Sulsel Ditargetkan Jadi Pusat KTI

Suasana Jambore Inovasi Pelayanan Publik dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan pada Kamis, 25 April 2019.(sumber: Andi Nur Ahmad)

Koma.co.id– Dalam rentang waktu lima tahun (2014-2018) menunjukkan semangat berinovasi di Sulawesi Selatan belum merata. Sejak kompetisi Nasional inovasi pelayanan publik di gelar, jumlah OPD dan kabupaten dan kota yang ikut berpartisipasi tidak banyak dan semangatnya tidak merata.

Jumlah Kabupaten dan kota yang berpartisipasi di tingkat nasional, yakni berjumlah 11.

Read More

Misalnya, kabupaten Barru yang pernah masuk TOP 99 pada tahun 2014, namun setelahnya tidak pernah lagi muncul. Kabupaten Wajo, Selayar dan Palopo pernah masuk TOP 99 di tahun 2016/2017 kemudian menghilang di tahun 2018. Berbeda halnya dengan Luwu Utara, Pinrang dan Makassar, meskipun tidak konsisten setiap tahun tetapi jumlah inovasi cukup banyak.

Sedangkan OPD lingkup provinsi baru dua instansi yang ikut kompetisi yakni Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Perikanan dan Kelautan.

Meski demikian, menurut wakil Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, saat ini provinsi ini sedang menuju peradaban baru.
Dimana pemerintah Menciptakan kondisi untuk mempercepat peningkatan kualitas pelayanan publik. Membangkitkan semangat berinovasi, mengembangkan inovasi yang sudah ada, menyediakan ajang kompetitif, menyiapkan wadah belajar untuk bertukar pengalaman secara berkesinambungan.

Semua ini dilakukan untuk mencapai pemerintahan yang bersih dan melayani.

“Sulsel akan menjadi pusat inovasi untuk kawasan timur indonesia, dan saat ini kita memulinya,” ujarnya Kamis, 25 April 2019.

Berdasarkan hal tersebut, maka Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan memilih empat strategi untuk memastikan inovasi pelayanan publik terlaksana berdasarkan Visi Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan yaitu Sulawesi Selatan yang Inovatif, Produktif, Kompetitif, Inklusif, dan Berkarakter juga pengembangan inovasi.

Untuk menghasilkan inovasi yang berkelanjutan maka diperlukan wadah belajar, wadah saling berbagi pengalaman satu dengan yang lain. Inovasi harus terus dikembangkan, disesuaikan dengan kondisi wilayah.

Jaringan Inovasi Pelayanan Publik (JIPP), Sulsel sebagai wadah belajar dan saling berbagi pengetahuan sudah tersedia di Sulawesi Selatan. Jaringan ini dibangun melalui kerjasama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan KemenPANRB dengan dukungan TRANSFORMASI GIZ.

Berkat Jaringan ini, inovasi mulai bertumbuh, inovasi pelayanan publik berhasil masuk TOP 99 meningkat tajam sampai 300% (2016-2018). Tahun 2016 hanya dua inovasi dan meningkat menjadi delapan inovasi di tahun 2018.

Dari delapan inovasi tersebut, lima diantaranya masuk TOP 40. Dan 4 inovasi di usulkan ke kompetisi internasional UNPSA 2018 (United Nation Public Servicies Award).

Penegasan Wagub tersebut disampaikan dalam Jambore Inovasi Pelayanan Publik dilaksanakan pada hari Kamis 25 April 2019 di Hotel Four Points by Sheraton Jl. Andi Djemma No 130, Banta-Bantaeng Makassar.

Jambore ini dihadiri 350 orang dari unsur Kementerian/Lembaga terkait, Region Sulawesi, Lembaga Donor, Mitra Pembangunan, CSO dan Media tingkat Nasional, Provinsi dan Kabupaten/kota. Jambore juga dihadiri oleh Prof. Diah Natalisa, Deputy Pelayanan Publik KemenPANRB RI.

Dalam jambore ini juga dilakukan Penandatanganan DEKLARASI “One Agency One Innovation” oleh Gubernur, Pimpinan Daerah dan OPD untuk menjadikan Inovasi Pelayanan Publik sebagai Budaya Kerja ASN di Sulawesi Selatan.

Talk Show tema Dukungan Kebijakan Pemerintah terhadap inovasi Pelayanan Publik dan Strategi Replikasi. Narasumber DEPUTY PELAYANAN PUBLIK KEMPANRB RI, GUBERNUR PROVINSI SULSEL dan GUBERNUR JAWA TIMUR. Moderator : Hartian Silawati (TRANSFORMASI-GIZ) Talk Show II, tema Strategi Pemerintah Mendorong Konsistensi Inovasi (Lesson Learned). Narasumber BUPATI LUWU UTARA, BUPATI BANYUWANGI, BUPATI TELUK BINTUNI. Moderator : Ahmar Djalil (KOMPAK)

Ada juga agenda Penyerahan Piagam Pengharagaan kepada : 20 Inovasi Pelayanan Publik Provinsi Sulsel Tahun 2018 dan 29 Inovasi Pelayanan Publik Provinsi Sulsel Tahun 2019

Selain itu, diadakan pula Galery Inovasi pelayanan publik, yakni memamerkan produk-produk, buku-buku praktik baik dan ataupun booklet, lefleat tentang Inovasi Pelayanan Publik.

Sebanyak 17 peserta pameran yang berasal dari empat lembaga mitra pembangunan, empat OPD provinsi dan sembilan Kabupaten/kota yang akan memamerkan produk inovasi pelayanan publik.

Ada juga Kelas Inovasi. Menyediakan kelas Workshop inovasi pelayanan publik. Bagi peserta/inovator pemula dapat memperoleh pengetahuan tentang inovasi pelayanan publik dan cara pendokumentasiannya.(rls).

Editor: Marwah

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *