Koma.co.id, Makassar – Pandemi yang hingga saat ini belum dapat ditaklukkan tidak menyurutkan semangat owner D’Cobek untuk tetap berkibar.
Walau, Fitria Tangkuman sang owner mengaku melakukan penurunan harga di tengah kondisi saat ini.
“Biasanya kan malah naik ya harga, tapi saya malah menurunkannya karena melihat kondisi sekarang,” tuturnya, di salah satu kedainya berlokasi di mal Ratu Indah Makassar, Kamis 17 Desember.
Pipit sapaan akrabnya, kedai yang dirintisnya sejak tujuh tahun lalu pernah berhasil membuka cabang hingga 5 lokasi di Makassar.
Namun saat ini, tersisa tiga kedainya di dua mal besar dan juga di daerah kabupaten Gowa tepatnya di jantung kota wilayah tersebut.
Pipit juga mengungkapkan alasannya menurunkan harga dikarenakan perekonomian memburuk.
“Orang-orang mau beli pake apa kalo mahal sedangkan penghasilan menurun bahkan banyak yang mengalami putus kerja akibat pandemi ini,” ungkapnya.
Pipit yakin bisa menaklukkan pangsa kuliner dengan caranya sendiri.
Terbukti, hingga kini kedai yang dirintisnya sejak tujuh tahun silam masih tetap berkibar di kondisi pandemi.
Tak kalah istimewanya, selain harga yang turunkan, Pipit juga mengaku memberdayakan SDM dengan latar belakang tak berijazah.
“Kalo di tempat makan kan, tidak ada jenjang karirnya, jadi mungkin bisa mencari lebih baik bagi yang berijazah,” katanya.
Selain rasa sosial yang tinggi, Pipit juga paham bagaimana rasanya mencari pekerjaan terlebih pada kondisi sekarang.
Karena itu, ia lebih memilih meninggalkan dunia kerjanya untuk memberikan lapangan pekerjaan bagi sesama dengan kedai D’Cobek nya tersebut.
Untuk diketahui, D’Cobek kebanggaannya itu telah tersebar di dua mal besar dan kabupaten tetangga kota Makassar yakni Gowa.
“Warung saya untuk sementara tiga, sebelumnya memang 5 tapi karena pandemi dua harus tertutup sementara waktu,” tandasnya.
Untuk harga pun memang sangat terjangkau, di mulai dari 25 ribu saja per paketnya.




