Koma.co.id, Makassar– Aliansi Mahasiswa Dokter Nusantara (AMDN) akan melakukan aksi unjuk rasa pada besar-besaran pada senin tanggal 06 Januari 2020 di Depan Pintu Gerbang Kemendikbud RI, Jl. Jenderal Sudirman, Senayan Jakarta.
Aksi unjuk rasa tersebut dipicu atas banyaknya temuan kecurangan yang dilakukan pihak universitas penyelenggara BPP-DN 20119 maupun oleh pihak Ditjen Sumber Daya Iptek Dikti dalam seleksi penerimaan beasiswa. Hal tersebut mengakibatkan ratusan calon doktor yang juga merupakan dosen terancam putus studi.
Aksi unjuk rasa ini bukanlah aksi unjuk rasa yang pertama, sebelumnya pada tanggal 26 Agustus 2019, AMDN juga melakukan aksi unjuk rasa di depan Istana Negara dan Kantor Kementerian Keuangan RI dikuti oleh ratusan mahasiswa doktor dari Sabang sampai Merauke, baik dari Universitas Negeri Maupun Universitas Swasta.
Tak hanya itu, AMDN juga telah melakukan berbagai macam upaya penyelesaian melalui surat menyurat, negosiasi, dan pertemuan formal/hearing, baik dengan pihak Kemendikbud, maupun Komisi X DPR RI untuk menyelesaikan permasalahan ini.
Namun sampai saat ini, belum ada titik temu dan solusi atas nasib dosen yang berstatus mahasiswa doktor untuk kelanjutan studinya. Akibatnya, tidak sedikit mahasiswa doktor berstatus dosen tersebut mengalami tekanan hidup karena tidak dapat melakukan pembayaran biaya kuliah dan terancam putus studi sebagai calon doktor.
Adapun tuntutan dalam aksi unjuk rasa tersebut adalah :
1. Meminta Presiden Jokowi untuk mendesak pertanggungjawaban secara penuh pihak Kemenristekdikti (sekarang Kemendikbud) untuk mencari solusi atas kelanjutan studi dosen yang sedang menempuh jenjang studi doktoral akibat sengakrut beasiswa BPP-DN tahun 2019;
2. Mendesak Menteri Nadiem Makarim untuk membongkar dugaan adanya mafia pendidikan dalam pengelolaan beasiswa BPP-DN
3. Meminta BPK RI melakukan audit investigasi pemeriksaan dengan tujuan tertentu (PDTT) atas sengkarut seleksi BPP- DN tahun 2019 yang menyebabkan ratusan korban seleksi beasiswa BPPDN yang juga calon doktor seluruh Indonesia.(cpy)




