Koma.co.id, Jakarta– Sebagai rangkaian 49 Tahun diaktifkannya kembali Pasar Modal Indonesia, Capital Market Summit (CMSE) 2026 kembali digelar dari tanggal 5 – 7 November 2026 di Main Hall Bursa Efek Indonesia.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh PT Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), didukung oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan menyelenggarakan kegiatan Capital Market Summit & Expo 2026 (CMSE 2026) bertema ”Satu Langkah Investasi, Berjuta Peluang Masa Depan”.
Selama kegiatan berlangsung, pengunjung akan mengikuti tujuh sesi seminar dengan beragam topik menarik di pasar modal. serta dimeriahkan dengan door prize dan hiburan, serta menghadirkan 104 tenant (88 Booth) dari pelaku pasar/industri.
Dalam sambutannya, Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia, Jeffrey Hendrik, mengatakan CMSE menjadi ajang untuk berbagi literasi bersama para narasumber, serta berinteraksi antarinvestor maupun calon investor. Tahun ini tema yang diambil adalah “Satu Langkah Investasi, Berjuta Peluang Masa Depan”.
CMSE tahun ini dilakukan dalam suasana yang penuh dengan tekanan. Di satu sisi, pertumbuhan pasar modal kita masih baik. Secara fundamental, kinerja perusahaan tercatat di Bursa masih baik, begitu pula nilai transaksi harian dan jumlah investor. Di sisi lain, kita juga menghadapi tantangan, yaitu apa yang disampaikan oleh global index provider terkait transparansi, kredibilitas, dan tata kelola di pasar modal kita. Itu tentu sesuatu yang perlu kita perhatikan.
“Kami di Bursa Efek Indonesia bersama-sama sangat serius untuk meningkatkan transparansi, meningkatkan kredibilitas, dan meningkatkan efektivitas pengawasan,”
Dari sisi pengawasan, BEI mempunyai komitmen yang sangat tinggi untuk meningkatkan efektivitasnya. Karena itu, pihaknya akan melakukan pengawasan secara real time.
“Bila kami menemukan indikasi pelanggaran dalam perdagangan di Bursa Efek Indonesia,” lanjut Jeffrey.
Kombinasi transparansi yang lebih tinggi, likuiditas yang lebih baik, dan pengawasan yang lebih efektif akan menjadi pondasi yang kuat bagi pertumbuhan pasar ke depan. Oleh karena itu, momen CMSE tahun ini sangat strategis bagi untuk bertukar pikiran.
Sementara itu, Deputy Commissioner Otoritas Jasa Keuangan, Eddy Manindo Harahap dalam keynote speechnya mengatakan, setiap perjalanan selalu dimulai dengan satu langkah. memulai dengan membuka satu rekening investasi itu juga merupakan sebuah langkah. tahun 2026 tahun yang menguji ketahanan pasar. di tengah tekanan tersebut, kepercayaan masyarakat masih terus tumbuh terhadap pasar modal Indonesia.
Tercatat ada sekitar 33,36 juta atau tumbuh 63,4% investor pasar modal yang didominasi oleh kalangan muda. Aceh dan Sumatera Barat mencatat jumlah tertinggi dari angka tersebut.
“Data tersebut menjadi alasan kepercayaan masyakarat terhadap pasar modal Indonesia,” ujarnya.
Sebagai penutup, Eddy menambahkan lima hal yang harus diperhatikan menjadi investor pasar modal, pertama konsisten dalam investasi dan rutin, kedua hadapi naik turun pasar dengan memahami dan sabar, jaga fokus (jangan mudah terpengaruh),
“Kemudian terus belajar apalagi sekarang sudah dimudahkan dengan adanya AI selalu terapkan Logis dan Legal, dan terakhir adalah teguh bersama dalam membangun pasar modal yang sehat dan adaptip,” tutupnya.
Hadir pula Investor, Lo Kheng Hong yang akan menjadi pembicara bersama Josua Pardede selaku Chief Economist Permata Bank. Selain itu, sejumlah nama lain seperti Aliyah Natasya Financial Educator & Consultant, Irsyad Al Ghifari sebagai Investor & Praktisi Komunikasi Kebijakan Publik & Keuangan, dan masih banyak lagi sebagai pembicara selama CMSE 2026 berlangsung.
CMSE 2026 akan dimeriahkan dengan door prize dan hiburan, serta menghadirkan 104 tenant (88 Booth) dari pelaku pasar/industri.(Mrw)





