Koma.co.id, Makassar– Tim mahasiswa Social Involvement Course (SIC) Universitas Ciputra (UC) Makassar berhasil melakukan pendampingan komprehensif terhadap UMKM gorengan Kedaiboskiuuuu milik Pak Ayong melalui dua transformasi utama: digitalisasi pencatatan keuangan dan optimalisasi pemasaran berbasis media sosial. Kegiatan ini dilaksanakan pada 10 Juni 2025 di Jl. Gusung Sarombe, Barombong sebagai wujud nyata penerapan nilai Integritas, Profesionalisme, dan Kewirausahaan (IPE) UC Makassar.
Tim SIC yang beranggotakan Joshya, Agatha Diva Sui Yusuf, Anggi Mawarni, Grace Leonora S. Thunoswin, dan Gisellina Rainie Halim terlebih dahulu melakukan diagnosa mendalam terhadap tantangan yang dihadapi UMKM tersebut selama dua tahun beroperasi. Hasilnya, dua masalah utama teridentifikasi, yakni pencatatan keuangan yang masih dilakukan secara manual tanpa struktur jelas serta pemanfaatan media sosial yang belum maksimal untuk memperluas jangkauan pasar.
Untuk menjawab kesenjangan pada sisi keuangan, tim merancang sistem digital yang mudah digunakan, mulai dari pembuatan template laporan keuangan Excel otomatis hingga penyusunan buku kas digital untuk mencatat pemasukan dan pengeluaran harian. Sistem ini dilengkapi dengan dashboard analisis sederhana yang memudahkan pemilik usaha memantau performa bulanan, serta sistem inventori dasar untuk membantu pengendalian stok bahan baku. Ketua tim, Joshya, menjelaskan bahwa rancangan tersebut dibuat sesederhana mungkin agar dapat langsung digunakan oleh pelaku usaha tanpa memerlukan pelatihan teknis yang rumit.
Sementara itu, pada bidang pemasaran, tim melakukan revitalisasi total terhadap pengelolaan media sosial Kedaiboskiuuuu. Akun Instagram usaha tersebut diperbarui dengan branding yang lebih konsisten, disertai pelatihan pembuatan konten bagi Pak Ayong dan anggota timnya, mulai dari teknik fotografi produk hingga pembuatan video singkat yang menarik. Pendekatan ini kemudian diperkuat dengan strategi keterlibatan audiens melalui penggunaan hashtag lokal, penjadwalan unggahan yang teratur, serta integrasi pemesanan berbasis WhatsApp Business. Menurut Agatha Diva Sui Yusuf, yang bertanggung jawab pada strategi digital, perubahan ini terbukti efektif dengan meningkatnya engagement hingga 300 persen hanya dalam dua minggu.
Pak Ayong sendiri mengaku sangat terbantu dengan pendampingan tersebut. Selama ini ia kesulitan mengetahui keuntungan bersih per produk karena pencatatan yang tidak teratur. Kini, melalui template Excel yang disiapkan mahasiswa, ia dapat melihat margin keuntungan secara jelas. Ia juga menyampaikan bahwa tampilan baru media sosialnya telah menarik perhatian pembeli dari luar daerah.
Pendampingan tidak berhenti pada hari kegiatan. Tim menyediakan modul pelatihan berilustrasi dan video tutorial yang mudah diakses, kemudian melanjutkan bimbingan secara hybrid selama satu bulan. Mereka juga membuka kanal konsultasi cepat melalui WhatsApp sebagai wadah komunikasi langsung jika Pak Ayong membutuhkan bantuan tambahan.
Dosen pembimbing SIC, Novalina Gloria Simanungkalit, S.Psi., M.Psi., Psikolog, CLMA, menilai bahwa kegiatan ini merupakan bentuk ideal dari experiential learning. Menurutnya, mahasiswa belajar menghadapi persoalan riil UMKM dan menyelesaikannya melalui pendekatan holistik, mulai dari pembenahan sistem keuangan hingga penguatan pemasaran digital, sejalan dengan misi UC Makassar mencetak entrepreneur yang adaptif dan solutif.
Program pendampingan ini diharapkan dapat menjadi model replikasi untuk UMKM sejenis di wilayah Barombong. UC Makassar berencana memperluas inisiatif ini sehingga lebih banyak usaha mikro dapat merasakan manfaat transformasi digital melalui kolaborasi akademisi dan pelaku usaha lokal.(rls)




