Koma.co.id, Makassar– Kantor Perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi Sulawesi Selatan menggelar jumpa pers untuk merilis kinerja APBN regional Sulawesi Selatan periode Triwulan IV 2021 di GKN II Makassar, Kamis, 13 Januari 2022.
Pendapatan Negara wilayah Sulawesi Selatan Tahun 2021 mencapai Rp12,70 triliun atau 97,68% dari target yang ditetapkan Rp13,00 triliun, tumbuh 5,67% dibanding tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut ditopang oleh penerimaan perpajakan dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang mengalami pertumbuhan masing-masing 5,18% dan 7,80%.
Realisasi penerimaan perpajakan mencapai Rp10,30 triliun atau 91,94 persen dari target. Penerimaan perpajakan terdiri dari pajak dalam negeri dan pajak perdagangan internasional. Pajak dalam negeri terealisasi Rp10,08 triliun, 91,50% dari target, tumbuh 5,11%. Pajak dalam negeri terdiri dari 1) Pajak Penghasilan dengan realisasi Rp5,40 triliun, 86,39% dari target; 2) Pajak Pertambahan Nilai terealisasi Ro4,39 triliun, 98,42% dari target; 3) Pajak Bumi dan Bangunan terealisasi Rp63,27 miliar, 139,20% dari target; 4) Cukai terealisasi Rp50,77 miliar, 212,17% dari target; dan 5) Pajak Lainnya terealisasi Rp171,12 miliar, 74,32% dari target.
Lima sektor yang memberikan kontribusi terhadap penerimaan perpajakan dalam negeri adalah Perdagangan Besar dan Eceran 23%, Konstruksi 16%, Administrasi Pemerintahan 14%, Industri Pengolahan 11%, dan jasa keuangan 9%, selebinnya sebesar 27% disumbang oleh sektor lainnya.
Sementara pajak perdagangan internasional terealisasi Rp216,90 miliar, 117,77% dari target. Pajak perdagangan internasional terdiri dari Bea masuk dengan realisasi Rp190,82 miliar, 109,06% dari target, tumbuh 6,52%, dan Bea keluar/pungutan ekspor terealisasi Rp26,08 miliar, 283,30% dari target, tumbuh 23,40% dibanding tahun sebelumnya.
Sementara itu realisasi PNBP tahun 2021 mencapai Rp2,40 triliun, 133,38% dari target. PNBP terdari dari Pendapatan Badan Layanan Umum terealisasi sebesar Rp1,62 triliun, 122,49% dari target, tumbuh 9,48%; dan PNBP lainnya terealisasi Rp780,50 miliar, 163,66% dari target, tumbuh 4,47% dibanding tahun sebelumnya.(rls)





