UNM Gelar Wisata Spiritual

Gedung Phinisi Kampus Universitas Negeri Makassar.(sumber: profesi-unm.com)

Koma.co.id– Unit Kegiatan Mahasiswa Lembaga Kajian Ilmiah Mahasiswa Bertakwa Universitas Negeri Makassar (UKM LKIMB UNM) menggelar Wisata Spiritual di Kota Makassar yang dimulai sejak pukul 09.00-18.00, Sabtu, 4 Mei 2019.

Wisata Spiritual tersebut diikuti oleh 23 peserta Studi Islami Intensif (SII) dan panitia serta pengurus harian UKM LKIMB UNM. Kegiatan ini merupakan rangkaian dari proses pengaderan yaitu tahap outdoor SII dengan melakukan kunjungan ke empat tempat peribadahan dari enam agama yang di akui di indonesia.

Read More

Kunjungan tersebut dilakukan di Pura Giri Natha (Hindu), Klenteng Xiang Ma (Konghucu), GPIB Immanuel (Kristen Protestan), Vihara Girinaga (Budha) dan di mesjid chong hou tapi berhubung terbatasnya waktu kunjunga ke mesjid chong hou tdk terlaksana. Kegiatan ini dilakukan untuk menambah wawasan tentang Empat agama tersebut yang di harapkan mampu meningkatkan toleransi antar umat beragama.

Selama proses kunjungan ke rumah peribadahan berbagai agama di Indonesia tersebut, para peserta mendapat kesempatan tidak hanya untuk berkunjung, tapi juga menanyakan berbagai hal yang ingin mereka ketahui kepada pihak pengelola tempat peribadatan.

Erfan Sutono Ketua Generasi Muda Konghucu Sulawesi Selatan menyatakan pentingnya manusia untuk menjaga kerukunan antar umat untuk menciptakan masyarakat yang penuh dengan kedamaian.

“Pada empat penjuru lautan semua manusia adalah saudara, sehingga untuk mencapai kedamaian kita harus saling menjaga bersama dan harus setia kepada Tuhan dan dapat dipercaya pada sesama. Pluralisme itu ibarat sebuah tembok, kita perlu menyatukan pasir, air, semen, dan batu bata agar bisa saling merekatkan, kerukunan menjadi harga mati bagi kita semua,” ujarnya.

Setelah kunjungan di empat tempat ibadah tersebut, para peserta dan panitia SII semakin diperkenalkan tentang toleransi antar umat beragama dan bentuk pluralisme. Para pemuka agama banyak berbagai pengetahuan terkait sudut pandang agamanya hingga para peserta mengetahui bahwasanya tidak terlalu banyak perbedaan antar agama.

Karena pada dasarnya, meskipun berbeda setiap agama menginginkan perdamaian. Hal terpenting adalah bagaimana menerima perbedaan untuk sebuah harmonisasi kehidupan.

Ketua Panitia Rahman Ramadhani mengharapkan kegiatan wisata spiritual ini dapat menambah sikap toleransi pada kader-kader UKM LKIMB UNM.

“Diharapkan nantinya output dari kegiatan ini yaitu sikap toleransi akan tertanam dalam jiwa setiap kader, menghilangkan atau paling tidak mengurangi sentimen beragama sehingga tercipta kerukunan dalam kehidupan beragama,” harapnya.(rls)

Editor: Marwah

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *