Koma.co.id– Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar resmi meluncurkan Halal Center terhitung sejak 2 Mei 2019.
Program yang resmi ditandatangani oleh Rektor UIN Alauddin, Musafir Pababbari dengan Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama (Kemenag), Suyoso di Hotel Claro, Jalan A. P Pettarani, Makassar.
Selain itu, Rektor UIN Alauddin juga melakukan kerjasama dengan Halal Center Chulalongkorn University, Thailand. Dimana nantinya, Halal Center ini berfungsi sebagai laboratorium pusat kajian, riset serta penelitian pemeriksaan produk halal.
Dekan Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Alauddin, Arifuddin Ahmad mengatakan secara resmi, formal, dan normatif Kementerian Agama mempunyai tugas utama menindaklanjuti UU Nomor 33 Tahun 2013 tentang jaminan produk halal.
“Jaminan ini tidak lagi seperti sebelumnya, memeriksa produk halal. Akan tetapi, bagaimana perguruan tinggi hadir mengambil peran dalam memperkuat laboratorium Halal Center,” katanya.
Ia menambahkan, laboratorium tersebut sebagai pengembang penelitian dimana hasilnya akan menjamin produk yang dikonsumsi halal dalam menghadapi revolusi 4.0.
“Di era revolusi 4.0 ini, kolaborasi riset terkait halal, tentu kita bisa membentengi dan memerangi ummat muslim dari mengkonsumsi hal hal yang sifatnya tidak halal,” tambahnya.
Internasional Conference on Sains and Teknology (ICOST) ini, berlangsung selama dua hari, yakni pada 2-3 Mei dengan mengangkat tema peran dan tantangan sains dan teknologi dalam jaminan halal di era revolusi 4.0.(rls).
Editor: Marwah





