Koma.co.id, Makassar– Sejak tiga bulan terakhir, Indonesia bahkan dunia menjadi berubah dratis akibat wabah Covid 19. Pula dengan yang terjadi di Makassar, Sulawesi Selatan, berita atau isu paling dominan adalah wabah corona ini, bahkan sempat menutup isu Pilkada serentak yang akan dihelat Desember mendatang.
Padahal jauh sebelum wabah menyerang dunia, hiruk pikuk politik menjadi paling seksi di Makassar Sulawesi selatan. Para kandidat berlomba menaikkan elektabikitas untuk memenuhi target survei.
Hingga akhir tahun lalu, beberapa kandidat tetap menjaga ritme pergerakan. Masih dengan tokoh lama sepert Moh. Ramdhan Pomanto (DP), Irman Yasin Limpo (None), Syamsu Rizal (Deng Ical) dan Munafri Arifuddin (Appi) di posisi 01.
Sedangkan posisi 02 selain Taufiqqulhidayat Ande Latif (Onasis), Andi yaqin dan beberapa kandidat lain, Dr Fadli Ananda tetap selalu masuk delapan besar beberapa lembaga survei.
Kendati demikian sejak wabah covid hampir melululentahkan sebagian besar sektor ekonomi dunia dan Indonesia, Fadli Ananda memilih tak bicara politik dahulu.
”Kita konsen ke penanganan covid dan pencegahan saja dulu,” kata dokter penggemar balap ini.
Bahkan sebelum lebaran Idul fitri, dokter fade sapaan akrabnya, hanya sibuk urusan sosial. Membagikan dua ton beras kepada 14 kecamatan di Makassar yang berdampak.
”Bagi APD dan sembako kepada yang membutuhkan. Teman-teman milenial yang bergerak membantu saya,” ujar dokter spesialis kandungan ini.
“Suatu saat kita akan kembali serius bahas Pilkada walikota Makassar. Jika kita diberi amanah dan seizin Allah, pasti kita bertarung. Baik 01 maupun 02. Tapi sekali lagi nantilah mungkin bulan depan kita kembali bahas setelah wabah ini mereda,” pungkas pria yang penyuka kaos dan dengan tampilan sederhana ini.(AndiF/rdk)





