Koma.co.id, Makassar–Indeksasi menjadi kunci utama peningkatan reputasi jurnal ilmiah di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS). Upaya menembus pengindeks nasional maupun internasional seperti Sinta dan Scopus memerlukan strategi yang terencana dan konsistensi dalam penerapan standar global.
Hal tersebut disampaikan Taufiq Mathar, S.Pd., MLIS., dalam Sesi berjudul Indeksasi Jurnal pada Workshop Pendampingan Rumah Jurnal Ilmiah yang diselenggarakan Kopertais Wilayah VIII Sulawesi, Maluku, dan Papua, Minggu (25/10) di Hotel Best Western Plus Makassar Beach.
Taufiq Mathar menjelaskan bahwa indeksasi adalah sistem yang mengumpulkan dan mengkategorikan artikel ilmiah agar dapat diakses oleh peneliti global. “Indeksasi meningkatkan visibilitas, reputasi, dan sitasi jurnal. Ini bukan sekadar pencapaian teknis, tetapi representasi dari kualitas tata kelola ilmiah,” ujarnya.
Dosen Perpustakaan UIN Alauddin Makassar ini memaparkan sejumlah basis data pengindeks yang relevan bagi jurnal PTKIS, seperti Sinta, Garuda, dan Moraref di tingkat nasional, serta Scopus, Web of Science, DOAJ, dan Google Scholar di tingkat internasional. Setiap pengindeks, menurutnya, memiliki perbedaan standar evaluasi, mulai dari bahasa, frekuensi terbit, hingga konsistensi mutu editorial.
Sebelum mengajukan indeksasi, jurnal harus memenuhi sejumlah prasyarat, antara lain memiliki ISSN, menggunakan sistem OJS, menampilkan susunan Editorial Team yang jelas, menerapkan Etika Publikasi, dan menggunakan DOI (Digital Object Identifier). Untuk Sinta, jurnal juga wajib sudah terakreditasi. “Kendala yang sering dihadapi pengelola jurnal adalah keterlambatan terbit, lemahnya manajemen editorial, dan kualitas naskah yang belum memenuhi standar,” jelasnya.
Editor-in-Chief Jurnal Khizanah Al Hikmah UIN Alauddin ini kemudian memberikan strategi praktis, yaitu menjaga konsistensi terbitan minimal dua tahun berturut-turut, menerapkan DOI dan Crossref, memperkuat tampilan OJS, serta memperluas dewan editor dari berbagai institusi. Peserta juga diingatkan untuk memastikan proses peer review berlangsung objektif dan ketat serta mengelola metadata secara profesional agar mudah terindeks. Pemahaman menyeluruh terhadap mekanisme, syarat, dan evaluasi indeksasi menjadi kunci keberhasilan jurnal di tingkat nasional maupun internasional.
Koordinator Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (Kopertais) Wilayah VIII Sulawesi, Maluku, dan Papua menyelenggarakan Workshop Pendampingan Rumah Jurnal Ilmiah ini sebagai langkah strategis untuk meningkatkan tata kelola dan kualitas jurnal ilmiah PTKIS, yang menjadi cerminan dari pengelolaan akademik kampus. Kegiatan ini mengangkat tema “Transformasi Tata Kelola dan Kualitas Jurnal Ilmiah Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta”, dan dilaksanakan selama dua hari pada 24-25 Oktober 2025 di Hotel Best Western Plus Makassar Beach.
Sebelum sesi ini, workshop telah menyelenggarakan Sesi I tentang Manajemen Tata Kelola Jurnal berbasis OJS yang disampaikan oleh Dr. Subehan Khalik, M.Ag., dan Sesi 2 tentang Manajemen Editor & Peer Review Naskah yang disampaikan oleh Dr. Zaenal Abidin, S.S., M.H.I. Kolaborasi para pemateri ini dirancang untuk memberikan pemahaman komprehensif, mulai dari teknis OJS, manajemen editorial, hingga strategi mencapai indeksasi nasional maupun internasional. (rls)





