Korwil Mafindo Makassar Paparkan Strategi Hadapi Godaan Judi Online di Talkshow Literasi Digital PW Muslimat NU Sulsel

Koma.co.id, Makassar- Sebanyak 2,7 juta warga di Indonesia terjerat judi online. Mayoritas dari mereka adalah pelajar belum berpenghasilan berusia antara 17 hingga 20 tahun. Meski Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Kominfo RI) telah berhasil memblokir sebanyak 2.439.688 konten judi online, namun praktik merugikan tersebut masih merajalela.

Hal itu disampaikan Koordinator Wilayah Mafindo Makassar, Andi Fauziah Astrid, S.Sos,M.si saat menjadi narasumber dalam Talkshow Literasi Digital Membangun Perilaku Positif di Era Digital, Strategi Menghadapi Godaan Judi Online yang digelar PW Muslimat NU Sulsel di Auditorium KH. Muhyiddin Zain-Universitas Islam Makassar (UIM), Senin (6/5/2024).

Dalam paparannya, Andi Fauziah menyebut mudahnya masyarakat mengakses Judi online menjadi salah satu faktor mengapa judi online menggiurkan bagi masyarakat. Belum lagi, 70 persen transaksi judi online besarannya kurang dari Rp100 Ribu.

“Judi online menjadi susah diberantas karena nilai bisnisnya yang tinggi dan didesain seperti permainan online. Tanpa masyarakat sadari, judi online juga memberi kerugian berkali-kali lipat. Masyarakat tak hanya kehilangan sejumlah nominal uang, tapi juga memiliki kemungkinan besar terarah pada situs pornografi yang membuat turunnya produktivitas seseorang,” paparnya.

Untuk menghadapi godaan judi online yang tengah marak saat ini, Andi Fauziah mendorong adanya etika dan perilaku positif dalam bermedia digital. Pengajar di Jurusan Jurnalistik UIN Alauddin Makassar ini menilai etika penting dalam ruang digital mengingat masyarakat akan berinteraksi dan berkomunikasi dengan berbagai perbedaan kultural.

“Interaksi antar budaya dapat menciptakan standar baru tentang etika. Dengan media digital setiap warganet berpartisipasi dalam berbagai hubungan dengan banyak orang yang melintasi geografis dan budaya. Mereka dengan berbagai cara membangun hubungan lebih jauh dan
berkolaborasi dengan orang lain,” urainya.

Sekretaris Aspikom Sulselbar ini tak lupa memberikan tips melawan banjirnya konten negatif di ruang digital. Ia meminta para peserta talkshow untuk bisa membedakan motivasi dalam mencari informasi. Mengendalikan keinginan dalam mencari informasi, menjala informasi yang bermanfaat serta tidak mengakses informasi yang dapat merugikan diri sendiri dan orang lain.

“Kolaborasi positif dapat menjadi sistem pendukung bagi kita dalam menghadapi berbagai serangan informasi di dunia internet. sebaliknya kolaborasi negatif dapat menjebloskan kita pada pusaran perspektif yang salah bahkan ranah hukum,” pungkasnya.

Kegiatan Talkshow Literasi Digital yang dihadiri sebanyak 500 peserta ibu-ibu dari berbagai Majelis Taklim di Kota Makassar dan Pengurus PW Muslimat NU SulSel ini merupakan kerjasama Kementerian Kominfo RI dengan PW Muslimat NU Sulsel yang diselenggarakan dalam rangka memperingati hari Pendidikan Nasinal.

Talkshow yang dibuka langsung oleh Rektor UIM Al Gazali, Prof. Muammar Bakry ini bertujuan memberikan pemahaman ragam platform sosial media dan penggunaanya,bkemampuan bersosial media dengan bijak, sigap dan tanggap dalam menghadapi berbagai modus penipuan online termasuk judi online.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *