Koma.co.id, Pangkep– Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin (FKM Unhas) kembali melaksanakan Praktik Belajar Lapangan (PBL) di Kabupaten Pangkep. Terdapat tiga kecamatan yang menjadi lokasi PBL II FKM Unhas, salah satunya di Kecamatan Segeri.
Mengawali kegiatan PBL II ini, Posko 33 Kelurahan Bonto Matene melaksanakan kegiatan seminar awal pada hari Rabu, 11 Januari 2023. Kegiatan ini sebagai sosialisasi program kerja mereka selama 14 hari ke depan.
“Kegiatan ini bertujuan untuk menyampaikan program kerja sesuai permasalahan kesehatan yang telah ditentukan pada saat pelaksanaan PBL I yang lalu,” jelas Andi Sri Ratnawati selaku Koordinator Kelurahan Bonto Matene.
Seminar awal ini dihadiri oleh Lurah Bonto Matene yaitu Hamka, SIP, MSi; Ketua LPM Kelurahan Bonto Matene, Kepala Lingkungan se-Kelurahan Bonto Matene, Babinsa, Ketua RW/RT, serta sejumlah warga.
Mahasiswa PBL II FKM Unhas Posko 33 Kelurahan Bonto Matene terdiri atas lima orang yaitu Andi Sri Ratnawati, Asyifa Zahrany, Yuli Fathiyah Haris, Nanang Kurniawan, dan Dewi Apriyanti. Dosen Supervisor adalah Muhammad Rachmat, SKM, MKes.
Koordinator Kelurahan Bonto Matene Andi Sri Ratnawati menyampaikan lebih lanjut terkait maksud dan tujuan serta program intervensi kesehatan yang akan dilaksanakan.
“Ada 5 program intervensi masalah kesehatan yang akan kami jalankan yaitu edukasi pengolahan dan pemilahan sampah, edukasi untuk meningkatkan pengetahuan HIV-AIDS, Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS), bahaya merokok, serta perlunya olahraga atau aktivitas fisik,” ujar Ratna.
Peserta seminar memberikan tanggapan positif mengenai rencana program intervensi yang telah dipaparkan.
“Kehadiran adik-adik sangat membantu kami pihak kelurahan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di Kelurahan Bonto Matene,” ucap Hamka selaku Lurah Bonto Matene.
Selain itu, Ketua LPM Bonto Matene juga menyampaikan dukungannya terhadap kegiatan mahasiswa FKM Unhas ini.
“Berikan kesempatan kepada adik-adik mahasiswa untuk menerapkan ilmu yang telah didapatkan di bangku perkuliahan dan semoga ilmu yang diberikan kepada masyarakat bisa menjadi pahala bagi adik-adik mahasiswa dan kita semua yang terlibat,” ujar Syamsu Alam.
Secara terpisah, dosen supervisor menekankan perlunya inovasi metode edukasi agar informasi yang diberikan lebih mudah dipahami kelompok sasaran.
“Metode komunikasi antar pribadi sangat baik diterapkan ketika melakukan edukasi, termasuk merancang permainan pembelajaran yang menarik, dan hal ini sudah diberikan saat pembekalan,” tutup Muhammad Rachmat yang merupakan dosen di Departemen Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku FKM Unhas.





