Menelusuri dan Mengungkap Jejak Deforestasi Terbesar di Pulau Borneo

Koma.co.id, Borneo– Jutaan hektar hutan alam di Pulau Borneo musnah. Habis dibabat atas nama investasi. Hutan dengan keanekaragaman hayati, berganti tanaman monokultur (sejenis) yakni sawit dan akasia yang tidak akan pernah sebanding dengan nilai inverstasi kaum pebisnis yang difasilitasi negara itu.

Orang utan, satwa endemik terancam dan satwa liar lainnya, kehilangan ekosistem dan menambah tingkat kepunahannya. Deforestasi ini juga menyebabkan konflik dengan kelompok masyarakat adat yang selama ini hidup bergantung dari hutan. Baik ekonomi, maupun kebudayaan mereka.

Atas nama investasi, negara melegitimasi deforestasi yang menyebabkan bencana ekologi terjadi.

Perusahaan bernama PT Mayawana Persada, salah satu perusahaan pemegang konsensi HTI yang paling massif menggerus hutan. Liputan kolaborasi Depati Project yang melibatkan sejumlah jurnalis dari 6 media massa: CNN Indonesia TV, Ekuatorial, Pontianak Post, Mongabay Indonesia, Betahita.id dan Jaring.id. Kolaborasi liputan mencoba mengungkap fakta, siapa di balik perusahaan ini ditayangkan secara bergantian selama sepekan ke depan. Dengan sudut padang dan perspektif berbeda.

Simak dan nantikan “Deforestasi Hutan di Pulau Borneo”, https://youtu.be/en_m_zPpRJQ (rls)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *