Koma.co.id– Sebanyak 510 orang mahasiswa baru Fakultas Teknik Industri Universitas Muslim Indonesia (FTI-UMI) Makassar mengikuti kuliah umum yang melibatkan Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB), Komjen Pol (Purn) Syafruddin sebagai pemateri Senin, 9 Agustus 2019.
Dekan Fakultas Teknik Industri UMI Makassar, Zakir Sabara dalam sambutannya menyampaikan keresahannya di hadapan Menteri Syaf dimana sampai saat ini Aparatur Sipil Negara (ASN) baik provinsi maupun di tingkat kabupaten/kota, masih sangat sedikit menerima lulusan Teknik sebagai tehnisi mereka baik itu berdasarkan disiplin ilmu pertambangan, manufaktur, kimia dan lainnya. Sehingga kualitas negosiasi dianggap akan mudah dikalahkan pihak perusahaan swasta yang saat ini justru banyak di dunia industri.
“Tapi diharapkan mahasiswa UMI unggul bisa backup Pemda dan Pemprov untuk perkembangan agar tidak ada lagi eksploitasi dan eksplorasi Sumbar daya alam Indonesia,” jelas Zakir.
Merespons harapan tersebut, Menpan RB Syafruddin mengajak seluruh bagian yang terlibat khususnya mahasiswa untuk memandang isu secara parsial, dengan emandang konfrehensif untuk semua disiplin ilmu harus dipandang secara general bukan dikotak-kotakkan.
“Indonesia perlu waspadai resiko akademi yang berdampak pada kebijakan ekonomi yang sekarang sudah dihadapi di Amerika-China,” jelas Menpan Syafruddin dalam kuliah umumnya.
Ia menambahkan, diperkirakan pada 30 tahun yang akan datang, sekita 100 juta penduduk dunia tidak akan mendapat pekerjaan, sementara 400 juta akan bekerja di pekerjaan baru akibat ilmu pengetahuan baru terutama masalah teknologi baru.
“Diprediksi ada 300 juta lapangan kerja baru diciptakan secara global untuk menutup cela tersebut,” pungkas Menpan Syafruddin.(Mrw)





