Munas FDGBI ke-II Bahas Pemerataan dan Perpecahan Amerika-Cina

Pembukaan Musyawarah Nasional Forum Dewan Guru Besar Indonesia ke-II di Makassar, Senin Agustus 2019.(foto oleh Marwah)

Koma.co.id– Ketua Forum Dewan Guru Besar Indonesia (FDGBI), Prof Drs Koentjoro menyebut empat topik yang nantinya akan dibahas dalam Musyawarah Nasional selama tiga hari berlangsung 5-7 Agustus 2019 di Makassar ini.

Empat di antaranya, yaitu pemerataan pengampuhan pendidikan Magister dan Doctor di seluruh perguruan tinggi Indonesia, kerjasama peningkatan kualitas sekaligus agreditasi dosen, pembentukan karakter bangsa dalam menyikapi perang dagang antar Amerika dan Cina yang berdampak bagi pertumbuhan Indonesia, serta Membentuk karakter bangsa yang cerdas dalam penggunaan teknologi.

Read More

Keempat isu tersebut menurut Koentjoro dianggap sangat penting mengingat kualitas pendidikan di Indonesia yang mulai memprihatinkan, juga melihat kondisi dunia saat ini.

“Untuk itu kita perlu membahasnya dalam Munas ini. Seperti memikirkan pemerataan pendidikan. Dimulai dari bagaimana magang tidak melihat latar belakang mana saja, entah itu pegawai, Profesor atau bukan, atau dosen. Kerjasama antara FDGBI mau masuk S2 S3 seharusnya tidak perlu lagi seleksi pada umumnya, karena untuk menyelesaika masalah pemerataan,” jelasnya.

Pembahasan lainnya juga Bagaimana FDGBI mengajak untuk serius menanggapi kondisi perpecahan antara Amerika dan Cina yang memengaruhi pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

“Dulu Gusdur menyarankan membentuk kelompok baru, yaitu Cina, Indonesia, dan India, dimana sebagian dua per tiga penduduk dunia dari mereka. Yah kita menguasai dunia. Tapi kalau sekarang kita belum menentukan kita ambil Cina padahal Cina sudah mulai menguasai. Ini akan jadi persoalan. Belum lagi pembentukan karakter bangsa cinta produk dalam negeri. Kita di Indonesia kurs rupiah sekarang dengan dunia perang dagang sedang mengalami ombang ambing. Kita akan membentuk itu,” tambahnya.

Diketahui, Munas FDGBI dihadiri oleh 42 perwakilan Universitas se-Indonesia, dan 167 orang peserta.

Munas ke-II dan Seminar FDGBI ini juga sekaligus akan melakukan penggantian ketua baru yang nantinya ditempati oleh perwakilan dari Universitas Hasanuddin Makassar selama dua tahun masa periode.(Marwah)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *