Pemerintah Inggris Dukung Proyek Pelatihan Inklusif Digital KTI

Koma.co.id, Makassar– Berdaya Bareng bersama Kedutaan Inggris untuk Indonesia menggelar Festival Digital dan Keuangan Inklusif di Nipah Mall, Sabtu, 13 Januari 2024.

Festival ini menjadi kegiatan akhir kepada 792 beserta yang mengikuti pelatihan digital dan keuangan inklusi selama kurang lebih enam bulan lamanya. Dari jumlah tersebut, 500 orang di antaranya diikuti oleh perempuan dan seluruh peserta berasal dari daerah di wilayah Timur Indonesia.

Kegiatan terdiri dari tiga divisi, yakni content creation, web development, dan digital marketing.

Founder Berdaya Bareng, Nicky Clara mengatakan kegiatan ini merupakan kali kedua yang sebelumnya dilakukan ada 2021 lalu. Kegiatan ini untuk masyakarat khususnya perempuan dan difabel yang ingin mempelajari tentang literasi keuangan.

Peserta yang hadir berada dari Samarinda, Balikpapan, Manado, Kendari, Makassar, Gowa, dan Maros. Peserta mendaftar via situs website berdayabareng.com, peserta melalui wawancara mimpi dan tujuan mereka untuk mempelajari literasi digital, hingga tersaringlah 792 orang peserta.

“Supaya ini juga paham apa yang akan mereka lakukan setelah mereka mendapatkan ilmunya gitu, dan juga kita juga spending berdasarkan kemampuan waktunya mereka, karena ini komitmen cukup panjang ada enam bulan, ya,” ujarnya pada konferensi pers.

Sementara itu, Nita Damayanti selaku Policy and Program Manager Kedutaan Inggris di Jakarta menambahkan bahwa kegiatan ini terimplementasi kepada komunitas marginal. Yang di dalamnya itu tentunya ada perempuan, pemuda dan juga disabilitas.

Untuk program kreatif digital dan financial ini, Kedutaan Inggris untuk Indonesia kerjasama dengan Berdaya Barang sebagai mitra lokal untuk melaksanakan program pelatihan digital dan keuangan selama lebih kurang enam bulan.

“Jadi pada hari ini ini adalah acara penutupan dari program ini, dan kita juga berharap semoga dari 792 beserta identitas apa yang kita seleksi kita mendapatkan 16 yang terbaik dari tiga kategori yang sudah disampaikan oleh,” tambahnya.

Rita berharap agar peserta dapat mengembangkan kemampuan yang sudah dicapai dari pelatihan-pelatihan yang dilaksanakan untuk dipergunakan seperti mengakses pekerjaan, untuk pendidikan, dan juga untuk membangun bisnis usaha.

Ke depan, kegiatan akan dilakukan evaluasi kembali dengan melihat bagaimana tindak lanjut peserta yang telah lulus dalam implementasi kepada masyarakat.

“Dengan melihat penilaian tersebut, kami bisa menjadi pertimbangan apakah ke depan bisa menggelar kembali,” tutup Rita.

Makassar menjadi peserta terbesar mengingat di Kawasan Indonesia Timur menjadi gerbang bagi perekonomian di Indonesia. Namun masih terjadi simpang siur informasi, maka dari itu kegiatan seperti literasi digital dan keuangan khususnya bagi difabel dan perempuan.(Mrw)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *