Koma.co.id, Makassar– Universitas Bosowa meresmikan Program E-Learning, yakni simulasi belajar jarak jauh berbasis digital untuk pertama kalinya di Kawasan Timur Indonesia.
Delapan program studi yang menjadi acuan belajar mahasiswa kini telah diluncurkan pada Jumat, 14 Februari 2020 siang tadi.
Rektor Universitas Bosowa, Prof. Muhammad Saleh Pallu dalam sambutannya mengatakan Program ini merupakan terobosan kampus Unibos dalam rangka menuju unggul dalam proses belajar mengajar.
“Dalam penerimaan mahasiswa baru, dan gedung kampus tidak lagi dapat menampung mahasiswa yang jumlahnya melebihi kapasitas di gedung ini. Untuk itu program ini sangat membantu dalam hal memberikan data dan memudahkan mereka yang ingin melanjutkan kuliah,”
Selain itu, program e-learning juga memudahkan para mahasiswa baru khususnya bagi mereka yang tidak mempunyai waktu karena sedang bekerja, semesta mereka para mahasiswa tetap ingin mengikuti perkuliahan.
“Jadi tetap bisa berkuliah di mana pun mereka. Biar mereka sedang memasak, bekerja, atau lagi urus sawah di kampung juga tetap bisa mengikuti kuliah. Selama mereka terhubung dengan internet,” tambah Saleh.
Adapun mekanisme pembelajaran yang diterapkan, yakni dengan menggabungkan antara kuliah tatap muka dengan dosen dan melalui video interaktif dari jarak jauh.
LLDIKTI IX Sulawesi, Prof. Jasruddin Daud Malago menambahkan dalam sambutannya mengatakan, masalah pendidikan sejak dulu hingga kini itu adalah keterbatasan akses. Berdasarkan data persentase, hanya sekitar 34% alumni pelajar SMA dan sederajat yang melanjutkan jenjang pendidikan ke tahap perkuliahan. Hal tersebut dikarenakan terbatasnya akses maupun biaya.
“Inilah yang menjadi tugas kami utnuk mencarikan solusi agar pendidikan dapat diakses semua orang. Untungnya saat ini jaringan internet sudah mulai dijangkau bahkan ke wilayah pelosok sekalipun, semua orang bisa mengakses. Kalau ada kampus yang tidak menggunakan teknologi, maka dia termasuk kampus yang buta huruf. Maka kampus pun harus siap dan bisa beradaptasi dengan teknologi. Agar tidak tergerus dengan ketertinggalan,” kata Jasruddin.(Mrw)





