Koma.co.id, Makassar– Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) se-Sulawesi, Maluku dan Papua (Sulampua) menginisiasi pelaksanaan Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) dengan tujuan memperkuat koordinasi antar daerah serta lembaga anggota TPID pada Kamis, 25 Juni lalu.
Mengusung tema “Sinergi Meningkatkan Ketersediaan Pangan melalui Digitalisasi Pertanian”. Kegiatan dihadiri oleh Gubernur Sulawesi Selatan, Gubernur Sulawesi Tenggara, Gubernur Maluku Utara, Wakil Gubernur Papua, Wakil Gubernur Papua Barat, Wakil Gubernur Gorontalo, Sekretaris Daerah Sulawesi Barat, Sekretaris Daerah Maluku, Sekretaris Daerah Sulawesi Utara dan Asisten Bagian Ekonomi Sulawesi Tengah.
Dalam sambutan pembukanya, Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah menyampaikan perlunya mempererat kolaborasi antar daerah. Sinergi antar daerah akan membantu percepatan pembangunan ekonomi di Sulampua.
“Untuk mewujudkan Kerjasama Antar Daerah (KAD) yang kuat perlu didasari oleh adanya kesepahaman, kesamaan isu, kebutuhan, dan visi serta komitmen dari seluruh daerah. Secara umum seluruh pimpinan daerah yang hadir menyatakan bahwa KAD Sulampua sangat penting untuk ditingkatkan dengan didasarkan pada asas resiprokalitas dan saling menguntungkan. Hal tersebut diyakini dapat menjaga stabilitas harga dan mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah Sulampua,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Eksekutif Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan, Bambang Kusmiarso mengatakan semua provinsi di Sulampua tercatat mengalami tekanan inflasi yang rendah.
Meskipun demikian terdapat beberapa komoditas yang persisten sebagai penyumbang inflasi yakni komoditas ikan bandeng, ikan layang, beras dan daging ayam ras. Sedangkan secara spasial, surplus komoditas yang terjadi di daerah tidak selalu diikuti dengan penurunan tingkat inflasi, begitu juga sebaliknya.
“Hal tersebut menggambarkan dua hal yakni adanya mekanisme perdagangan yang kurang efisien terutama dalam hal distribusi, dan adanya ketidakcukupan data dalam mendukung respon kebijakan pengendalian inflasi. Rakorwil TPID Sulampua diharapkan dapat menyatukan komitmen dalam pengendalian inflasi, termasuk KAD,” terang Bambang.
Selain pemaparan kepala daerah, Rakorwil TPID Sulampua juga melaksanakan diskusi panel dengan topik serta narasumber, yakni di antaranya strategi pengendalian inflasi nasional dan impelementasi di daerah oleh Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, Iskandar Simorangkir.
Kemudian Noor Yudanto selaku Direktur Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter Bank Indonesia menyampaikan perkembangan terkini, risiko dan outlook inflasi dan beberapa materi lain yang dipaparkan oleh sejumlah nama seperti pakar ekonomi pertanian, Bustanul Arifin dan Irsan Rajamin selaku CEO Habibi Garden.(rls)





