Sambut Hari Lansia, Tular Nalar Perkuat Komitmen Literasi Digital Lansia

Koma.co.id, Jakarta–Para Lansia berhadapan dengan risiko penipuan digital, hoaks, dan pelanggaran privasi di dunia digital. Gerakan literasi digital belum sepenuhnya bersifat inklusif bagi lansia. Tular Nalar mencanangkan edukasi literasi digital dan pemikiran kritis bagi lansia melalui kelas-kelas Akademi Digital Lansia dan lokakarya, yang telah menjangkau 12.647 lansia sebagai penerima manfaat langsung sejak 2021.

Read More

Dalam gerakan literasi digital, lansia termasuk dalam kelompok rentan. Pakar Penuaan Populasi, Adityo Pratikno Ramadhan, Ph.D., dalam sesi zoom live di TVRI Jabar hari Minggu, 26 Mei 2024 yang lalu menyampaikan, “Lansia berhak mendapatkan pendidikan, termasuk di dalamnya adalah pendidikan untuk digitalisasi, dan lain sebagainya jadi pemerintah juga juga harus menyediakan (sarana pendidikan digitalisasi), begitu juga NGO seperti Tular Nalar yang memberikan pendidikan tentang digitalisasi kepada lansia sehingga lansia kita bisa beradaptasi. Indonesia harus memulai langkah-langkah menjadi Negara Ramah Lansia.”

Tahun ini, Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos) mengusung tema “Lansia Terawat, Indonesia Bermartabat”. Tular Nalar yang dinaungi oleh Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (MAFINDO) dan didukung oleh Google.org menyerukan pentingnya mengikutsertakan lansia dalam gerakan literasi digital. Dengan demikian, lansia mendapatkan kesempatan untuk meningkatkan keterampilan, kemampuan akses, sekaligus melindungi diri dari berbagai resiko kejahatan digital.

Santi Indra Astuti, Program Manager Tular Nalar menyatakan, edukasi literasi digital yang disesuaikan dengan kebutuhan, karakter, dan cara belajar lansia, dapat menjadi salah satu kunci untuk meningkatkan ‘well being’ lansia dan melindungi mereka dari resiko kejahatan digital. Pembekalan literasi digital dan pemikiran kritis mampu membuat lansia memanfaatkan teknologi secara mudah. Misalnya, penggunaan gawai untuk mengakses berbagai informasi dan layanan kesehatan dan kesejahteraan dari sumber terpercaya. 

Santi berharap, melalui Tular Nalar semua pihak bisa bersama-sama mewujudkan Indonesia yang lebih inklusif dan ramah lansia. “Mendukung lansia agar mengadopsi teknologi dengan aman dan menjadi bagian dari dunia digital yang terus berkembang bukan saja merupakan wujud bakti pada lansia. Sudah saatnya memang lansia dilibatkan menjadi warga yang aktif terinformasi serta mampu menikmati manfaat positif Internet. Inklusi digital bukan hanya sebuah pilihan, tetapi sebuah keharusan untuk menciptakan masyarakat yang ramah lansia dan bermartabat,” tulisnya dalam rilis.

Tular Nalar, program pelatihan literasi digital yang diinisiasi oleh MAFINDO dan didukung oleh Google.org, dengan Love Frankie sebagai mitra pelaksana, telah muncul sebagai platform pembelajaran baik daring maupun luring yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat utamanya dalam mengidentifikasi dan menyikapi hoaks melalui literasi digital dan pemikiran kritis. Tular Nalar telah mengalami pertumbuhan yang pesat sejak berdiri di masa pandemi tahun 2021, dengan preferensi khusus untuk melibatkan berbagai lapisan masyarakat secara inklusif. (rls)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *