Koma.co.id, Makassar – Keterbelakangan private atau berkebutuhan khusus bukanlah hal tabuh yang harus dilirik sebelah mata oleh kalangan masyarakat normal.
Hal itu terbukti dari performance drummer cilik, Farid Adinata Arif siswa kelas 5 SLB Negeri 1 Makassar, dengan gemulai jemari lembutnya mengayunkan stik drum memadu salah satu musik kesukaannya.
Berlokasi di aula Handayani SLB Negeri 1 Makassar, acara yang dirangkaikan dengan peringatan maulid nabi Muhammad Saw, dan peresmian aksesibilitas fisik dan gelar produk siswa SLB Negeri 1 Makassar, Senin 9 November 2020.
Farid Adinata Arif, anak pertama pasangan Muh. Arif dan Ira ini memandu musik dengan piawainya.
Diakui sang Bunda, Farid telah menunjukkan minat bermain drumnya sejak berusia 7 tahun tepatnya ia berada di kelas 1 SD.
Karena itu dirinya sengaja membelikan anaknya kebutuhan atau alat drum di rumahnya. Bukan tanpa alasan, Ira mengatakan sebagai bentuk rasa sayangnya terhadap sang buah hati yang memang sangat membutuhkan itu.
Namun setelah memasuk di Sekolah Luar Biasa Negeri 1 Makassar, Farid jauh lebih bisa mengembangkan potensinya terutama dalam memainkan drummer.
“Di sekolah kan juga dilengkapi alat musik dan guru pembimbing, jadi bisa lebih terarah,” tuturnya.
Ira pun menuturkan sangat terbantu dengan keberadaan anaknya tersebut di sekolah luar biasa. Bukan lantaran free biaya namun, sejak dinyatakan bergabung ke sekolah tersebut Farid menjadi anak yang lebih baik.
Tadinya, Farid sulit terkontrol, marah tidak jelas, dan rasa keingintahuannya yang sangat tinggi membuatnya sedikit kewalahan menghadapinya.

Disaat yang sama, Pejabat Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulsel, Prof. Dr. Muhammad Jufri, mengapresiasi penampilan Farid Adinata Arif dalam memadu drummernya.
Sang Prof. tidak menyangka kebolehan siswa autisme itu bisa memainkan drummer sangat baik. “Performa yang dipertunjukkan ananda sangat luar biasa, saya pun tertarik berkolaborasi bersama,” tuturnya.
Sebagai orang tua, patutlah kiranya berbangga memiliki anak sepertinya,” tambahnya.
Ia pun menegaskan kolaborasi antara dirinya dan Farid sang autisme akan dipersiapkannya.
“Kami akan berkolaborasi, sisa menyiapkan waktu juga studio yang cocok. Karena yakin saja ke depan Ananda Farid akan jauh lebih hebat lagi,” ujarnya.




