Koma.co.id, Makassar– Usaha mikro kecil menengah (UMKM) saat ini sudah sangat banyak ditemui di Indonesia. Bahkan menjadi salah satu faktor pendukung peningkatan ekonomi negara ini.
Meski saat masa Pandemi Covid-19 jumlah pekerja banyak dirumahkan (diberhentikan), namun hal ini justru memicu masyarakat untuk semakin kreatif dan tidak hilang akal dalam menjaga agar pemasukan keuangan tetap terpenuhi.
Pada Mei 2022, Kementerian Koperasi dan UKM mencatat ada sekitar 65 juta UMKM di Indonesia. Mulai dari industri fesyen, kerajinan, makanan dan minuman, dan lainnya mulai bermunculan mendukung perputaran ekonomi negara. Bahkan, tidak sedikit juga produk UMKM daerah telah banyak diekspor ke negara luar.
Untuk mendukung itu, Bank Indonesia berkontribusi dengan membina UMKM. Contohnya di Sulawesi Selatan.
Peran Bank Indonesia dalam mendukung Bank Indonesia, yakni memberikan pendampingan berupa bantuan pengadaan pemahaman kapasitas SDM, pembuatan kemasan yang standar internasional, ataupun bentuk bantuan lainnya.
Menariknya, dari hasil pendampingan tersebut, UMKM daerah di Sulawesi Selatan bahkan telah ada yang mengekspor produk seperti hasil pertanian (kopi, cengkeh, coklat, jambu menteh, dan lainnya), hasil maritim (ikan, lobster, rumput laut, dan lainnya), hingga produk industri seperti sutera buatan khas dari Sulawesi Selatan.
Kepala BI Sulsel, Causa Iman Karana mengungkap upaya pendampingan lain yang dilakukan oleh pihaknya seperti dengan rencana menjalin kerjasama dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sulsel. Peran PHRI di sini, yaknu hotel di bawah naungannya untuk menyuplai produk dari pelaku UMKM Sulsel. Mulai dari produk camilan, kuliner dan lainnya.
“Dalam pendampingan ini kita berharap dapat menghasilkan UMKM yang unggul,” katanya.
Causa juga menjelaskan, pendampingan tersebut diklaim berhasil sukses lantaran ada produk yang menembus pasar dunia atau global.
Saat ini di Sulawesi Selatan, disebutkan ada ratusan lebih UMKM binaan BI Sulsel yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota.
“Ini tentunya karena upaya kami yang konsisten melakukan pembinaan secara berkelanjutan dengan tujuan untuk mengawal produk-produk dari UMKM binaan kita dapat masuk pasar internasional atau global,” jelasnya.
Adapun negara pemasaran dari produk UMKM Binaan BI Sulsel ini yakni Timur Tengah, seperti di Kota Jedah, Arab Saudi, HongKong, Cina, Malaysia, dan beberapa negara lainnya.
Pelaku UMKM Binaan yang telah didampingi BI Sulsel hingga saat ini telah memiliki berbagai produk unggulan yang dihasilkan. Mulai dari produk pangan, wastra, kriya dan produk kerajinan lainnya.
Ini membuktikan bahwa UMKM sangat berperan penting bagi ekonomi negara.
Selain memberikan pendampingan, Bank Indonesia juga hadir memberikan kemudahan bagi para pelaku UMKM dalam mempromosikan produk mereka, seperti melibatkan UMKM di setiap kegiatan atau event yang diadakan oleh Bank Indonesia.
Seperti kegiatan yang baru-baru ini dilakukan oleh Kantor Bank Indonesia wilayah Sulawesi Selatan, yakni BI Runner 7.8K untuk menyemarakkan HUT RI Ke-78, yang diselenggarakan di depan Kantor BI Sulsel Jalan Jenderal Sudirman Kota Makassar, Sabtu, 19 Agustus lalu. Melibatkan UMKM.
Bahkan, Bank Indonesia juga semakin memberikan kemudahan dengan menghadirkan produk digital QRIS untuk memudahkan transaksi antara penjual dan pembeli.
“Kami dari Bank Indonesia secara terstruktur memang telah melakukan kegiatan pendampingan kepada pelaku UMKM dari beberapa aspek. Seperti dari sisi digitalisasinya, maupun dari sisi pasar globalnya untuk terus mendorong pengembangan UMKM yang kami telah bina ini,” kata Causa Iman.(Mrw)
Usaha mikro kecil menengah (UMKM) saat ini sudah sangat banyak ditemui di Indonesia. Bahkan menjadi salah satu faktor pendukung peningkatan ekonomi negara ini.
Meski saat masa Pandemi Covid-19 jumlah pekerja banyak dirumahkan (diberhentikan), namun hal ini justru memicu masyarakat untuk semakin kreatif dan tidak hilang akal dalam menjaga agar pemasukan keuangan tetap terpenuhi.
Pada Mei 2022, Kementerian Koperasi dan UKM mencatat ada sekitar 65 juta UMKM di Indonesia. Mulai dari industri fesyen, kerajinan, makanan dan minuman, dan lainnya mulai bermunculan mendukung perputaran ekonomi negara. Bahkan, tidak sedikit juga produk UMKM daerah telah banyak diekspor ke negara luar.
Untuk mendukung itu, Bank Indonesia berkontribusi dengan membina UMKM. Contohnya di Sulawesi Selatan.
Peran Bank Indonesia dalam mendukung Bank Indonesia, yakni memberikan pendampingan berupa bantuan pengadaan pemahaman kapasitas SDM, pembuatan kemasan yang standar internasional, ataupun bentuk bantuan lainnya.
Menariknya, dari hasil pendampingan tersebut, UMKM daerah di Sulawesi Selatan bahkan telah ada yang mengekspor produk seperti hasil pertanian (kopi, cengkeh, coklat, jambu menteh, dan lainnya), hasil maritim (ikan, lobster, rumput laut, dan lainnya), hingga produk industri seperti sutera buatan khas dari Sulawesi Selatan.
Kepala BI Sulsel, Causa Iman Karana mengungkap upaya pendampingan lain yang dilakukan oleh pihaknya seperti dengan rencana menjalin kerjasama dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sulsel. Peran PHRI di sini, yaknu hotel di bawah naungannya untuk menyuplai produk dari pelaku UMKM Sulsel. Mulai dari produk camilan, kuliner dan lainnya.
“Dalam pendampingan ini kita berharap dapat menghasilkan UMKM yang unggul,” katanya.
Causa juga menjelaskan, pendampingan tersebut diklaim berhasil sukses lantaran ada produk yang menembus pasar dunia atau global.
Saat ini di Sulawesi Selatan, disebutkan ada ratusan lebih UMKM binaan BI Sulsel yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota.
“Ini tentunya karena upaya kami yang konsisten melakukan pembinaan secara berkelanjutan dengan tujuan untuk mengawal produk-produk dari UMKM binaan kita dapat masuk pasar internasional atau global,” jelasnya.
Adapun negara pemasaran dari produk UMKM Binaan BI Sulsel ini yakni Timur Tengah, seperti di Kota Jedah, Arab Saudi, HongKong, Cina, Malaysia, dan beberapa negara lainnya.
Pelaku UMKM Binaan yang telah didampingi BI Sulsel hingga saat ini telah memiliki berbagai produk unggulan yang dihasilkan. Mulai dari produk pangan, wastra, kriya dan produk kerajinan lainnya.
Ini membuktikan bahwa UMKM sangat berperan penting bagi ekonomi negara.
Selain memberikan pendampingan, Bank Indonesia juga hadir memberikan kemudahan bagi para pelaku UMKM dalam mempromosikan produk mereka, seperti melibatkan UMKM di setiap kegiatan atau event yang diadakan oleh Bank Indonesia.
Seperti kegiatan yang baru-baru ini dilakukan oleh Kantor Bank Indonesia wilayah Sulawesi Selatan, yakni BI Runner 7.8K untuk menyemarakkan HUT RI Ke-78, yang diselenggarakan di depan Kantor BI Sulsel Jalan Jenderal Sudirman Kota Makassar, Sabtu, 19 Agustus lalu. Melibatkan UMKM.
Bahkan, Bank Indonesia juga semakin memberikan kemudahan dengan menghadirkan produk digital QRIS untuk memudahkan transaksi antara penjual dan pembeli.
“Kami dari Bank Indonesia secara terstruktur memang telah melakukan kegiatan pendampingan kepada pelaku UMKM dari beberapa aspek. Seperti dari sisi digitalisasinya, maupun dari sisi pasar globalnya untuk terus mendorong pengembangan UMKM yang kami telah bina ini,” kata Causa Iman.
Selain di sektor UMKM industri, melalui QRIS, Bank Indonesia Sulawesi Selatan juga mendorong bidang pariwisata sebagai bentuk pemulihan ekonomi nasional (PEN) juga untuk masyarakat khususnya sekitar wilayah wisata.
“Kami terus mendorong inklusi keuangan di segala sektor, termasuk sektor pariwisata untuk mendorong PEN di lapangan,” kata Kepala Perwakilan BI Sulawesi Selatan (Sulsel) Causa Iman Karana di Makassar, Sabtu (27/5/2023).
QRIS digunakan sebagai bentuk transaksi digital di lokasi wisata seperti kawasan karst Rammang-Rammang di Kabupaten Maros.
Cara guna yang mengandalkan kemudahan ini cukup dengan memindai kode QR dari rekening bank pengelola salah satu site geopark Maros-Pangkep ini saat membeli karcis.
Menariknya, ada pula UMKM lokal yang turut tergerak dalam pembangunan ekonomi ini dan memanfaatkan teknologi teknologi QRIS di kawasan wisata ini. Ini menjadi salah satu bukti pemanfaatan peradaban untuk bangkit dari masa sulit saat ini, dan Bank Indonesia turut andil dalam hal ini.(Mrw)





