Koma.co.id, MAKASSAR – Baru mencapai 45 persen target vaksinasi bagi lansia mengakibatkan tertundanya rencana vaksinasi anak di Kota Makassar.
Baca juga : Kontrak Diputus, Karyawan PDAM Makassar Protes Keputusan Direksi
Walau sebelumnya pemerintah Kota Makassar menargetkan vaksinasi lansia bisa mencapai 60% di akhir tahun 2021, namun tidak juga bisa terelasasi agar dapat memenuhi persyaratan menggelar vaksinasi anak.
Sejumlah upaya pun dilakukan, salah satunya dengan mewajibkan seluruh pegawai, dan BUMD lingkup Pemkot Makassar untuk membawa 6 orang dimana 2 di antaranya lansia untuk divaksin sejak 23 Desember lalu.
Tapi hal itu pun dikatakan sangat lamban, hanya 2% dari data 23 Desember 2021 lalu yang mencapai 43%.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar, Nursaidah Sirajuddin mengakui kondisi ini, dia mengatakan meski target belum tercapai pihaknya masih terus mengupayakan agar target bisa secepatanya dicapai.
“Sudah 45%, 15 persen lagi kita kejar, mudah-mudahan bisa cepat,” ucapnya dengan nada optimis.
Pihaknya juga berencana melakukan validasi kembali target vaksinasi lansia, pasalnya ada kecurigaan target vaksinasi lansia di Kota Makassar sudah tak valid atau mengalami perubahan karena adanya potensi lansia yang sudah meninggal dunia.
“Memang kita sementara mau koordinasi juga dengan Dukcapil terkait data lansia yang valid. Jangan sampai dari sasaran yang dikeluarkan oleh kementerian itu banyak yang sudah meninggal. Kita mau update kembali datanya,” urainya.
Meski capaian lansia lamban, dia mengklaim secara umum capaian vaksinasi sudah hampir mencapai target, saat ini 84,97 dari target 85% vaksinasi kota.
“Semoga sebentar malam sudah 85%, tapi besok tetap kita meminta semua beberapa dari hasil evaluasi fasyankes yang terkendala inputannya,” ujarnya.
Sementara itu Ahli Epidemiologi Unhas, Ansariadi mengatakan pemerintah harus tetap menggenjot penuh vaksinasi sebagai langkah utama dalam mencegah penularan Covid-19.
Pemkot juga diminta fokus dalam mendorong capaian vaksinasi lansia. Jangan sampai cakupan vaksinasi tinggi namun populasi yang rentan justru tercatat rendah.
“Kalau sudah tinggi pada orang tua maka tidak ada masalah. Karena mereka yang sangat rentan,” urainya.
Apalagi ada antisipasi varian omnicron, dimana cepat atau lambat akan memasuki Kota Makassar.
Coperagage, jadi vaksinasi selain harus tinggi, yang memerlukan vaksinasi juga harus tinggi cakupannya,” tutupnya.





