Koma.co.id, Makassar– Kepala Perwakilan BKKBN Sulawesi Selatan, Shodiqin; Sekretaris Perwakilan BKKBN Sulawesi Selatan Faizal Fahmi; dan Koordinator Manager Satgas Stunting Andi Irfandi menerima Penghargaan dari Pj. Gubernur Sulawesi Selatan sebagai Tim Pengarah Inisiator Aplikasi Inzting Sulsel dan Tim Inisiator Aplikasi Inzting Sulsel yang berlangsung pada kegiatan Workshop Operator Aplikasi InZting Provinsi Sulawesi Selatan. Bertempat di Hotel Horison Ultima Makassar, Senin, 16 Oktober 2023.
Aplikasi Inzting Sulsel akronim dari Ikhtiar menZerokan Stunting di Sulawesi Selatan merupakan program inovasi untuk menghimpun satu data dalam penanganan stunting di Sulawesi Selatan. Aplikasi ini merupakan pengembangan dari aplikasi Sistem Pencegahan Stunting Terintegrasi (Simpati) dari Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Pemerintah Kabupaten Takalar, Perwakilan BKKBN Sulawesi Selatan dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melakukan MoU untuk mengembangkan aplikasi tersebut sehingga lahirlah Aplikasi Inzting Sulsel yang didalamnya memuat 99 Indikator terkait stunting.
Pj. Gubernur Sulawesi Selatan Bahtiar Baharuddin menyampaikan aplikasi ini pengembangan dari aplikasi simpati punyanya Sumedang dan diyakini 4 kali lebih baik dari aplikasi simpati.
“Program inovasi yang dikerjakan dua minggu sebagai bentuk pengembangan dari aplikasi simpati sumedang, yaitu aplikasi Sistem Pencegahan Stunting Terintegrasi (Simpati). Pengembangan aplikasi tersebut menambahkan 99 indikator dari 29 indikator di Aplikasi Simpati sehingga dinamakan aplikasi Inzting Sulsel (Ikhtiar menZerokan Stunting Sulawesi Selatan). Aplikasi ini diyakini empat kali lebih baik dibanding dari apliaksi di sumedang, karena output data yang tersedia semakin terupdate sehingga mampu menjawab kebutuhan instansi-instansi terkait dalam melakukan penanganan terhadap stunting secara spesifik dan intensif,” ujar Bahtiar.
Lanjutnya, Bahtiar menyampaikan aplikasi ini harus gencar dan sampai di tingkat desa agar penanganan stunting di hulu dan hilir dapat ditangani.(rls)




