Koma.co.id, Makassar– Sejak diresmikan Juli 2020 lalu, Tim Percepatan Pembangunan Digitalisasi Daerah (TP2DD) kini sudah terdaftar di tujuh kabupaten dan kota di empat provinsi Indonesia.
Baru-baru ini, Bank Indonesia kembali melantik lima kabupaten dan kota di Provinsi Sulawesi Selatan TP2DD, yakni Kota Makassar, Kabupaten Gowa, Kabupaten Barru, Kota Parepare, dan Kabupaten Maros.
Ini merupakan prestasi tertinggi untuk Sulawesi Selatan, mengingat implementasi digitalisasi transaksi di sektor pemerintahan daerah masih baru di Indonesia.
Selama 2020, TP2DD sudah ada di lima provinsi di antaranya Provinsi Kalimantan Utara, Jogyakarta, Kediri, Bengkulu, dan Sulawesi Selatan.
Asisten Analis Kantor Bank Indonesia Wilayah Sulawesi Selatan, Riki Winatha mengatakan hampir semua transaksi dilakukan secara online.
“Adanya digitalisasi pasar lebih inklusif, tidak memerlukan pasar secara fisik. Semua transaksi bisa dilakukan lebih mudah dan meluas,” katanya.
Dengan adanya digitalisasi transaksi, bertujuan untuk mengintegrasi ekonomi dengan impact, perbankan juga mulai beradaptasi dengan menerapkan digitalisasi, koneksitas perbankan dengan digital perbankan itu sendiri di mana persaingan yang bukan perbankan lebih mudah beradaptasi dibanding bank itu sendiri misal OVO, DANA, LinkAja, dan sebagainya.
Selain itu, adanya digitalisasi transaksi juga memproteksi juga termasuk menghindari pencucian uang melalui start-up.
Perluasan TP2DD terus dipercepat dengan melakukan pemetaan untuk setiap kabupaten dan kota di Indonesia.(Mrw)





