Koma.co.id, Makassar– Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan menghadirkan Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat) pada kegiatan Pemberdayaan Kelompok Masyarakat di Kampung KB dalam rangka Percepatan Penurunan Stunting yang diselenggarakan di Kampung Keluarga Berencana (KB) Bahari Nusantara, Kelurahan Untia, Kec. Biringkanaya, Kota Makassar. (Selasa, 18 Juli 2023)
Peserta terdiri dari ibu dan baduta beresiko stunting dari Kelurahan Untia. Berkolaborasi dengan TNI Angkatan Laut melalui Program Keluarga Keren Bebas Stunting, pada kegiatan ini dilakukan edukasi tentang pemenuhan gizi kepada ibu dan badutanya dengan menghadirkan narasumber dari Rumah Sakit Anggakatan Laut Jala Ammari. Selain itu dilakukan penyerahan bantuan pangan kepada peserta kegiatan.
Wakil Komandan Lantamal VI Kolonel Laut (P) Rizal Musa Karim, S.E yang hadir mewakili Komandan Lantamal VI Brigadir Jenderal TNI (MAR) Amir Kasman, SE., M.M dalam sambutannya mengatakan salah satu tugas TNI adalah mengatasi kesulitan masyarakat yang telah diamanahkan di dalam Undang-Undang. Oleh kerena itu Lantamal VI Makassar ikut merasa terpanggil dalam Upaya pencegahan stunting.
“Stunting menjadi perhatian khusus karena stunting bisa mengakibatkan anak gagal tumbuh karena kekurangan gizi kronis pada 1000 Hari Pertama Kehidupan. Melalui kegiatan edukasi gizi dan pemberian bantuan pangan pada kegiatan ini diharapkan dapat menekan gejala stunting pada anak-anak kita da menjadi generasi penerus bangsa yang dapat menbawa bangsa lebih maju, lebih Tangguh dan lebih bermartabat” lanjutnya.
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi, Shodiqin, SH, MM mengatakan bahwa prevalensi stunting di Indonesia pada Tahun 2022 sebesar 21,64 turun 2,846 dari angka prevalensi stunting Tahun 2021. Sementara itu Kota Makassar memiliki prevalensi stunting di bawah rata-rata nasional yaitu sebesar 18,44. Shodigin berhadap sebelum tahun 2024 prevelensi stunting sudah bisa mencapai target nasional penurunan stunting yaitu 1490.(rls)





