FGD Tahunan ICJ Makassar Fokus Membahas Perkawinan Anak dan Keberagaman

Koma.co.id, Makassar– Jelang tahun 2022, Institut of Community Justice (ICJ) Makassar menggelar forum diskusi akhir tahun membahas apa saja yang dilakukan sepanjang tahun 2021.

ICJ Makassar fokus pada penyusunan strategi daerah sebagai salah satu alat untuk penurunan kasus perkawinan anak di delapan kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan. Beberapa di antaranya sudah dilengkapi dengan peraturan bupati.

“Untuk bahan pencegahan perwakilan anak, ICJ Makassar beberapa kami sudah melakukan advokasi regulasi,” kata Waridah, Direktur ICJ Makassar.

Selain itu, ICJ juga fokus pada isu pluralisme. Seperti melakukan pemberdayaan dan penguatan pada pemuda dengan membentuk Forum Pemuda Inklusi di Kelurahan Tamalate dan Sambungjawa sebagai respons pada tingginya tingkat tawuran di Kota Makassar, ICJ mencatat tingkat tawuran di Kota Makassar cukup meningkat.

“Kemudian di dua kelurahan tersebut juga berdasarkan forum diskusi juga, ada yang namanya forum Balani yakni forum anak milenial Kota Makassar. Di dalamnya terdiri dari berbagai lembaga yang konsen pada isu perdamaian, keberagaman, dan peningkatan anak-anak muda dari isu keberagaman,”

Terkait dengan perkawinan anak, ICJ menemukan perkawinan anak meningkat di masa Pandemi Covid-19. Hanya saja belum ada data lengkap angka peningkatan tersebut.

“Beberapa diskusi itu mengatakan, alasannya adalah semua orang tinggal di rumah, kasus tersebut meningkat, termasuk pada kasus kekerasan kepada perempuan dan anak juga meningkatkan,” jelas Waridah.

Angka dispensasi perkawinan anak di tahun 2020 dan 2021 dianggap meningkat oleh ICJ. Sementara data khusus di Sulawesi Selatan selama lima tahun terakhir berada pada 10 besar provinsi yang termasuk angka perkawinan anak tinggi. Namun, di tahun 2021 sudah dilakukan perbaikan untuk mengurangi angka tersebut.

Adapun strategi yang dilakukan untuk mencegah terjadinya perkawinan anak, yakni menghadirkan advokasi kebijakan, mendorong dan memperkuat jejaring kelembagaan yaitu dengan membentuk forum komunikasi pembetukan advokasi tiga kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan.

Kemudian ada pilar memperkuat forum anak secara kelembagaan, dan terakhir memperkuat lingkungan pendamping di lintas sektor.

Waridah berharap di tahun 2022, angka perkawinan anak secara umum bisa terus turun. Sementara untuk isu keberagaman, ICJ berharap agar terus mendorong Perwali terkait bagaimana pemuda mempromosikan isu keberagaman di Kota Makassar.(Mrw)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *