Koma.co.id– Perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-74 tepatnya tanggal 17 Agustus 2019 ini selalu dijadikan momen penting bagi Gerakan Gender Watch dan perempuan akar rumput yang terorganisir melalui wadah Sekolah Perempuan di enam provinsi di Indonesia yaitu Sulawesi Selatan, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sumatera Barat dan DKI Jakarta.
Gerakan Bersama ini setiap tahun menyelenggarakan “Pekan Kemerdekaan Perempuan”, dan saat ini mengangkat tema “Rayakan Kemerdekaanmu dalam Keberagaman”. Penghormatan terhadap keberagaman identitas dan budaya adalah penghormatan terhadap perjuangan kemerdekaan Indonesia.
Peringatan dimulai dari tanggal 11-17 Agustus 2019 di enam provinsi dengan rangkaian Festival Perempuan Mendayung, Bentang Merah Putih di Pulau Sakuala, Pengibaran Bendera Merah Putih di Bawah Laut, Pengibaran Bendera Merah Putih di Bukit Karst Sekapuk, Bentang Merah Putih di Pantai Sire, Festival Remo di Tanah Wali, Festival Pasar Krempyeng, Donor Darah, Talkshow, Festival Randai, Keliling Rumah Ibadah dan Festival Mappadekko.
Seluruh rangkaian kegiatan Pekan Kemerdekaan Perempuan ini dimaksudkan untuk menghidupkan kembali kebudayaan yang menghargai keberagaman dan kesetaraan gender di Indonesia.
Pesan utama dari tema peringatan ini adalah bahwa setiap orang, dengan beragam identitasnya, berhak menikmati dan merayakan kemerdekaan, menjalani kehidupannya dengan rasa aman, bebas dari kekerasan dan mendapatkan kualitas hidup yang baik. Tidak ada lagi tekanan kepada kelompok-kelompok minoritas, marginal khususnya perempuan yang menggunakan dalih norma-norma yang dipaksakan untuk dijadikan keyakinan tunggal dan dianut oleh semua.
Kemerdekaan dan keberagaman bagi perempuan mengandung arti bahwa perempuan merdeka dari segala bentuk diskriminasi dan kekerasan. Oleh karena itu dalam perayaan pekan kemerdekaan ini perempuan menyuarakan untuk semua pihak berperan aktif menghapuskan kkekerasan terhadap perempuan dan anak, kekerasan fisik, mental, ekonomi dan seksual.
Perempuan berhak atas kesejahteraan dengan dipenuhinya hak-hak dasar perempuan untuk mendapatkan pendidikan, kesehatan dan merdeka dari ancaman perkawinan anak.
Kontak Person:
Institut KAPAL Perempuan dan Sekolah Perempuan Jakarta
• Misiyah (Direktur Institut KAPAL Perempuan): 08111 492 264
• Yusnaningsi Kasim (Koordinator Capacity Building Nasional): 0813 2516 1996
• Ning Setiyani (Ketua Sekolah Perempuan Jakarta): 0812 9108 7108
YKPM Sulawesi Selatan dan Sekolah Perempuan Pulau:
• Mulyadi Prayitno (Direktur YKPM Sulawesi Selatan): 0851 0144 1129
• Rosniati (Koordinator Program YKPM Sulawesi Selatan): 0811 4611 011
• Fitri Ramadani (Ketua Sekolah Perempuan Muda): 0821 9078 0283
KPS2K Jawa Timur dan Sekolah Perempuan Gresik:
• Iva Hasanah (Direktur KPS2K Jawa Timur): 0812 3509 149
• Elis Setyowati (Koordinator Sekolah Perempuan Gresik): 0819 1311 5677
PBT Sumatera Barat dan Sekolah Perempuan Padang:
• Yulianti (Direktur PBT Sumatera Barat): 0812 7035 2515
• Camarleni (Pengurus Jaringan Sekolah Perempuan Barita): 0821 7442 2099
LPSDM Nusa Tenggara Barat dan Sekolah Perempuan Lombok:
• Bahran Ilmi (Direktur LPSDM): 0812 3713 257
• Ririn Hayudiani (Koordinator Program LPSDM Nusa Tenggara Barat): 0818 543 798
• Muliani (Ketua Sekolah Perempuan Lombok Utara): 0853 3943 5434
• Siska Hamidatul Aini (Sekretaris Sekolah Perempuan Lombok Timur): 0877 0111 8539
Pondok PERGERAKAN Nusa Tenggara Timur dan Sekolah Perempuan Kupang:
• Delmyser Maka Ndolu (Direktur Pondok PERGERAKAN Nusa Tenggara Timur): 0823 4163 1436
• Risnawati Dethan Sau (Ketua Sekolah Perempuan Desa Mata Air): 0823 3910 3306
Lembaga Pemberdayaan Perempuan (LPP) Bone:
• Ratnawati (Direktur LPP Bone): 0853 9903 1773
(rls)





