Pemprov Sulsel akan Lakukan Pembinaan UKM Lingkup HIPO

Koma.co.id, Makassar– Himpunan Pengusaha Online (HIPO) Sulawesi Selatan resmi mengukuhkan pengurus daerah di Gedung Manunggal Makassar, Kamis, 5 Desember 2019.

Bersamaan dengan pengukuhan ini, juga dilakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) ekspor hasil bumi yang dikelola langsung oleh UMKM Sulawesi Selatan ke beberapa negara Asia hingga Timur Tengah.

Ketua DPD HIPO Sulsel, Arianto Burhan Makka mengatakan, pertumbuhan ekonomi Sulsel di atas rata-rata. Di mana Sulawesi Selatan menjadi lokomotif perkembangan ekonomi untuk Indonesia.

“Untuk itu kami baru-baru ini mengadakan Gebyar UKM dan diisi oleh 60 tenan,” katanya dalam sambutan.

Arianto mengatakan, jumlah UMKM di Sulsel kurang lebih 1 juta. Hal ini merupakan potensi luar biasa dan tidak lepas dari binaan pemerintah.

“Diharapakan untuk bergerak masif di masing-masing daerah untuk rekrutmen. Tidak hanya fokus cari uang saja, bagaimana rendah hati jadi manusia berguna dan jadi pribadi taat. Itu yang diterapkan untuk para anggota HIPO,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Sudirman Sulaiman mengatakan harapannya untuk HIPO, yakni mempertahankan karakter yang bukan hanya untuk profit oriented. Melainkan juga bagaimana berusaha untuk mengembangkan UKM-UKM yang penjualannya belum memenuhi target yang diinginkan.

Termasuk pembinaan sekitar berapa persen untuk startup juga untuk pembinaan UKM. Hal ini dinilai baik, karena ini bagaimana kecintaan pada produk UKM yang masih perlu pengembangan ke depan.

“Kami sebagai pemerintah mendorong untuk ada pembinaan ukm khusus, kita masih ada pendamping juga dan ini termasuk kita juga mengusulkan untuk bagaimana mengawal sistem sertifikasi dan verifikasi untuk UKM-UKM kita. Ini ada kami programkan, mudah-mudahan tidak ada perubahan di pembahasan nantinya, soalnya kita (pemerintah) sudah menyentuh ke ranah UKM itu sendiri,” tutup Sudirman.(Mrw)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *