
Koma.co.id, Makassar– Pemuda ICMI Sulawesi Selatan bersama Bank Indonesia (BI) resmi mengumumkan pemenang Lomba Konten Edukasi Keuangan 2025. Kegiatan ini menjadi wadah strategis bagi generasi muda Sulawesi Selatan dalam mengampanyekan literasi keuangan serta memerangi maraknya praktik judi online (judol) dan pinjaman online ilegal (pinjol) melalui konten kreatif dan edukatif.
Pengumuman pemenang berlangsung di Warkop Ruko, Jalan Topaz, Makassar, Rabu (31/12/2025). Acara tersebut dihadiri jajaran pengurus Pemuda ICMI Sulsel, perwakilan Bank Indonesia, serta para finalis lomba dari berbagai perguruan tinggi.
Ketua Pemuda ICMI Sulsel, Dr. dr.Andi Alfian Zainuddin, M.K.M, menegaskan bahwa kreativitas anak muda harus diarahkan untuk kemaslahatan umat, khususnya dalam meningkatkan literasi keuangan masyarakat.
“Kreativitas pemuda perlu terus dikembangkan, terutama untuk tujuan yang berdampak langsung bagi masyarakat. Literasi keuangan menjadi sangat penting agar masyarakat tidak mudah terjebak penipuan digital,” ujar Andi Alfian.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi dengan Bank Indonesia dalam menjaga keamanan transaksi keuangan, terutama di tengah meningkatnya kasus pencurian data dan kejahatan digital yang menyasar generasi muda.
Berdasarkan penilaian dewan juri, sejumlah peserta dinilai berhasil menghadirkan konten yang kreatif, komunikatif, dan relevan dengan isu literasi keuangan saat ini.
Aghnia Zahra Ramadhani, Mahasiswa Sastra Asia Barat, tampil sebagai salah satu pemenang dengan konten yang menyoroti bahaya tautan phishing. Melalui pendekatan visual yang sederhana namun edukatif, Aghnia mengajak masyarakat lebih waspada dalam bertransaksi digital. “Senang bisa bermanfaat bagi orang lain lewat konten yang mengedukasi agar lebih bijak dalam bertransaksi,” ujarnya.
Rifqy Auliah Har, Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Makassar mengusung pesan perlawanan terhadap judi online dan pinjaman ilegal. Mahasiswa semester III ini menegaskan pentingnya peran anak muda sebagai agen perubahan. “Pemuda harus berada di garda terdepan untuk mengedukasi lingkungan sekitarnya agar terhindar dari judol dan pinjol,” tegasnya.
Sementara itu, Sultan Muslimin, Mahasiswa Ekonomi Islam FEBI UIN Alauddin Makassar menyoroti bahaya nomor tidak dikenal dan modus penipuan digital. Melalui karyanya, ia mengajak generasi muda untuk selalu melakukan verifikasi sebelum mengklik tautan apa pun.
Melalui kegiatan ini, Pemuda ICMI Sulsel dan Bank Indonesia berharap upaya edukasi berbasis kreativitas anak muda dapat menjadi langkah nyata dalam menekan angka kejahatan digital di Sulawesi Selatan serta membangun kesadaran finansial yang lebih kuat di tengah masyarakat. (rls)





