Rencana Public Expose Kawasan Ekonomi Syariah Sultan Abdullah Awwalul akan Dibahas Melalui Webinar

Koma.co.id, Makassar– Menindaklanjuti keingan Presiden Joko Widodo untuk menggarap Indonesia sebagai potensi pasar besar yang harus menjadi penggerak utama perekonomian syariah.

Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) sebagai pilar utama pembangungan Kawasan Ekonomi Khusus Syariah, rencananya akan dibangun dalam waktu dekat di Kecamatan Parangloe Kabupaten Gowa, dimulai dengan luas lahan 9 hektar dan akan terus dikembangkan.

Dalam tahap pembangunan ini, LPH rencananya akan memiliki berbagai fasilitas yang terintegrasi, seperti Pesantren Technopreneur Halal, Laboratorium Pengujian Produk, Pusat Pendidikan dan Latihan Pemeriksa Halal, Konsultan Produk dan Jasa Halal, Auditor Halal, Sertifikasi, hingga fasilitas ekowisata yang mengeksplor potensi ekowisata Bendungan Bili-Bili dan Kawasan Parangloe.

Hadirnya Ekosistem Bisnis Halal Ecotourism dan Halal Industrial Park Sulawesi Selatan dengan jumlah penduduk Muslim terbesar dunia, sudah semestinya Indonesia memfokuskan pada keunggulan kompetitif menyediakan produk dan jasa halal di antaranya keunggulan g ekonomi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat yang selama ini menjadi salah satu lumbung pangan nasional.

Nantinya akan ada situs-situs ekowisata, sebagaimana yang terdapat di Sulawesi Selatan, seperti Coral Triangle Wallacea yang mencakup Selat Makassar dan pesisir selatan pulau Sulawesi, mencakup existing situs wisata bahari dan diving di Kabupaten

Barru. Kemudian Taman Nasional Takabonerate Selayar, Ekowisata Kota Malino dan Bendungan Bili-Bili di Kabupaten Gowa, Wisata Sejarah – Heritage: Benteng Fort Rotterdam, Benteng Somba Opu, Balla Lompoa maupun China Town di Kota Makassar

Selain itu, wisata alam pegunungan Latimojong, Wisata tradisi dan budaya di Kabupaten Tana Toraja, Museum dan Pelabuhan Tradisional Paotere Makassar.

Oleh karena itu, usulan penetapan Kawasan Ekonomi Khusus Syariah Sultan Abdullah Awwallul Islam Karaeng Matoaya, yang secara khusus terintegrasi dengan ekosistem bisnis pariwisata dan ekonomi kreatif di Sulawesi Selatan, Ekowisata Halal yang tersebar di Sulawesi Selatan maupun Sulawesi Barat, serta usulan pembangunan Halal Industrial Park di Kabupaten Maros, maupun rencana pengembangan kawasan ex Terminal Petikemas Makassar pascamigrasi ke Makassar New Port, sebagai salah

satu icon baru ekowisata, perlu mendapat apresiasi dan dukungan dari seluruh pemangku kepentingan. Dengan harapan program tersebut dapat segera terealisasi dan memberikan dampak pada industri pariwisata dan ekonomi kreatif di level domestik, regional dan global.

Dari hasil identifikasi dan kajian Yayasan Gemma Nine, ekosistem bisnis di KEK Syariah di Suselbar (Lihat infografis terlampir) selain produk-produk pertanian, Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat) memiliki keunggulan utama sebagai sentra produksi pangan, pertanian, perikanan dan perkebunan. Dalam hal ini, pengembangan produksi hasil budidaya, seperti udang, telah menjadi program prioritas Kementerian Kelautan dan Perikanan, terkait rogram-program pengembangan kawasan shrimp estate.

Selain itu, rencananya juga akan dibangun beberapa fasilitas lainnya seperti pengembangan pusat-pusat pendidikan vokasi, maupun pusat riset bahan, material dan proses produksi produk dan jasa yang memenuhi standar kehalalan.

Rencana pembangunan pesantren yang berbasis pada menghasilkan generasi muda yang memiliki kompetensi dibidang penguji, pemeriksa bahkan auditor halal, pada dasarnya untuk menjamin ketersediaan sumber daya manusia yang memiliki pengetahuan, keterampilan dan keahliaan sekaligus memiliki pemahaman agama Islam yang mumpuni dan berakhlak mulia.

pengusaha muda asal Sulawesi Selatan, Ardiansyah Ambo Ala, menyampaikan rencananya pada triwulan ke-4 tahun 2021 akan memulai pembangunan pesantren tersebut di wilayah Parangloe Kabupaten Gowa, serta Islamic Youth Guest House di Sudiang yang menyasar traveller dan backpackers muda yang berkunjung ke Kota Makassar.(rls)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *