Resmi Dilantik, MKGR Fokus pada Pengentasan Kemiskinan & Pengangguran

Koma.co.id, Makassar– Pengurus Organisasi Masyarakat Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR) periode 2020-2024 resmi dilantik dan dikukuhkan oleh Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah pada Jumat, 21 Februari 2020.

Organisasi yang mendukung peran pemerintah ini nantinya akan fokus pada beberapa isu yang terjadi Sulawesi Selatan seperti salah satunya adalah penyediaan lapangan kerja dan pengentasan kemiskinan.

“Ormas ini Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong nama ormasnya saja identik dengan identitas kita, bagaimana kita membangun kemitraan, kebersamaan, untuk tujuannya adalah mensejahterakan masyarakat. PR kita adalah kemiskinan, penganggaran, itu yg harus padahal ada di depan mata. Itu lapangan kerja terbuka lebar kalau kita gerakkan semua potensi,” ujar Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah.

Sementara itu, Ketua DPD I MKGR, Taufan Pawe mengatakan kebetulan keberadaan ormas ini, yakni berorientasi membantu pembangunan yang sekarang sedang berlangsung, termasuk pembangunan manusia.

“Jadi saya sangat yakin kehadiran gubernur sangat tepat sebagai penasehat karena MKGR ini adalah mitra pemerintah daerah adalah untuk orientasi terakhir adalah kesejahteraan bersama,”

Adapun target ke depan hingga di tahun 2024 adalah ikut berperan serta dalam program-program pemerintah yang ada, yakni pemasyarakatan. Pemerintah itu adalah mensejahterakan masyarakat. Siapa masyarakat adalah bagian dari nilai kemanusiaan. Seperti pada sektor pertanian, sektor lapangan kerja.

“Kami ada beberapa ahli di MKGR ini bisa dimanfaatkan tanpa pamrih akan kami beri rekomendasi, masukan-masukan, begitu pula dalam mengkritisi. Kami pasti akan kritis dengan kebijakan gubernur tentu dibarengi dengan solusi. Jangan hanya kritis tanpa adanya solusi makin pusing pemerintah. Kita tidak mau memusingkan pemerintah. Kami justru mau meringankan beban pemerintah, karena kami punya sumber daya manusia yang cukup memadai,” tambah Taufan.

“Kami ada lebih dari 40 departemen sampai ke persoalan yang sangat sensitif, yaitu masalah keagamaan, masalah masyarakat yang membidangi lapangan kerja, pengangguran, ada semua,” pungkasnya.(Mrw)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *