Koma.co.id– SAR gabungan Makassar gelar latihan operasi simulasi misi penyelamatan pencarian korban kapal tenggelam di wilayah sekitar Pulau Barrang Lompo pada Rabu, 17 Juli 2019.
Tim yang terdiri atas Basarnas Makassar, Lantamal VI, Dirpolair Polda Sulsel, Syahbandar Utama Makassar, Distrik Navigasi Kelas I Makassar, Kantor Kesehatan Pelabuhan Makassar, BMKG Maritim Makassar, SAR Unhas, SAR UNM, dan PSC Makassar ini melakukan skenario penyelamatan terhadap enam orang awak KM Sinar Jaya.
Kepala Sub Direktorat Siaga dan Latihan Basarnas, Nanang Sigit mengatakan simulasi yang dilakukan untuk menguji prosedur perencanaan penyelamatan saat terjadi kecelakaan laut. Oleh kerena itu, dibutuhkan sinergitas antar instansi sebagai satu tim demi misi kemanusiaan.
“Kita buat perencaan kemudian kita latih sesuai dengan perencanaan atau tidak. Agar kalau misalnya seandainya terjadi kecelakaan itu, kita sudah tidak memikirkan tapi sudah bertindak, makanya direncanakan sekarang,” jelas Nanang.
Adapun prosedur kerja SAR gabungan telah memiliki tugas dan tanggungjawab masing-masing, mulai dari data navigasi titik terakhir, proses pencarian dan penyelamatan korban di laut, proses pemberian pertolongan pertama, hingga bantuan pemulihan korban dilakukan melalui sinergitas koordinasi dalam tim tersebut.
Menurut Nanang, dalam sebuah tim dibutuhkan sinergitas dan kerjasama agar misi kemanusiaan berjalan sesuai tahap yang telah dibuat dan direncanakan.
“Karena ini tidak mudah dilatih, harus ada sinegergitas antar unit. Diharapkan sinegergitas benar-benar terjadi seperti saat latihan. Tidak ada lagi egoisme, tidak ada saling klaim, semua satu tim SAR untuk kemanusiaan,” pungkas Nanang.(Marwah)





