Koma.co.id, Makassar– Menindaklanjuti undangan terbuka untuk mengikuti Aksi Melawan dugaan fitnah kepada Jusuf Kalla pada hari Minggu, 6 Desember 2020, Solihin Jusuf Kalla mewakili keluarga besar Jusuf Kalla mengimbau agar masyarakat Makassar tidak turun melakukan aksi demonstrasi dan turun ke jalan.
“Kami atas nama keluarga mengucapkan terima kasih banyak atas dukungan dan doa dari masyarakat terhadap orang tua kami namun dengan tidak mengurangi rasa hormat, kami meminta kepada seluruh masyarakat untuk tidak mengadakan aksi yang berujung pada berkumpulnya massa yang tidak terkontrol jumlahnya. Kita masih dalam suasana pandemi COVID-19, kita harus patuh dan mengikuti protocol COVID-19 karena kesehatan kita semua yang utama,” ujarnya.
Lebih lanjut, Solihin mengungkapkan bahwa masih ada cara lain yang bisa dilakukan agar fitnah kepada Bapak Jusuf Kalla dapat terselesaikan.
“Saya sendiri sudah melaporkan ke pihak kepolisian, mohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat kota Makassar agar kasus ini segera terselesaikan,” tutupnya.(rls)
Dikutip dari kompas.com, sebelumnya sebuah rekaman yang disebut suara Calon Wali Kota Makassar Ramdhan (Danny) Pomanto, beredar di publik. Rekaman tersebut berisi tudingan kepada Jusuf Kalla (JK) yang berada di balik operasi tangkap tangan KPK terhadap Edhy Prabowo.
Video rekaman suara yang menuding JK berada di balik OTT KPK memiliki durasi 1 menit 58 detik.
Dalam video rekaman yang diperoleh Kompas TV, Sabtu, 5 Desember 2020, disebutkan suara tersebut dimiliki oleh Danny Pomanto, Calon Wali Kota Makassar.
Suara tersebut tampak menjelaskan pada lawan bicaranya mengenai OTT yang dilakukan KPK terhadap Menteri Kelautan dan Perikanan yang kini nonaktif, Edhy Prabowo.(rdk)




