Berhadiah Jutaan, Turnamen Esports Free Fire Digelar di Nipah Mall

Koma.co.id, Makassar – Kini Nipah Mall dikenal sebagai salah satu lokasi pelaksanaan berbagai kegiatan olahraga, termasuk kegiatan esports.

Dimana, Esports adalah salah satu bentuk olahraga yang perkembangannya sangat cepat saat ini.

Read More

Olahraga yang menggabungkan skill, kemampuan menyusun strategi dan penguasaan teknologi itu sudah dipertandingkan serta dapat menguatkan mental dan fisik.

Olehnya, Nipah Mall berkolaborasi dengan Komunitas Guild Free Fire Indonesia (KGFFI) menggelar turnamen esports bergengsi pada Desember 2020.

Turnamen yang bertajuk Turnamen Offline Makassar Free Fire 2020 ini digelar pada tanggal 6 Desember 2020 di Main Atrium Nipah Mall dimulai pukul 12.00 WITA hingga selesai dan memperebutkan hadiah total puluhan juta rupiah.

Turnamen esports ini mempertandingkan gim populer yaitu Free Fire. Pemilihan Free Fire dikarenakan gim ini yang menjadi paling populer di esports dengan mencapai 20 miliar views.

General Manager Nipah Mall & Office Building, Richard Abraham menilai esport memiliki potensi yang besar dalam mengembangkan dunia olahraga mulai dari regional sampai internasional.

“Perkembangan esport di Kota Makassar sangatlah pesat. Hampir di setiap sudut kota ada tempat untuk berlatih e-sport.” ungkapnya, Minggu 6 Desember.

Peserta yang berpartisipasi dalam turnamen ini sebanyak 1000 peserta dari lebih dari 100 komunitas esports.

Peserta yang berkompetisi terbagi secara online dan secara offline yang berlangsung di Nipah Mall, tentunya dengan tetap menerapkan standar protokol kesehatan yang telah ditetapkan demi keamanan dan kenyamanan bersama, baik bagi peserta turnamen maupun pengunjung mal.

Dengan membuka pendaftaran bagi siapa saja yang ingin ikut berkompetisi dalam turnamen ini. Biaya yang dikenakan untuk setiap peserta senilai Rp 15.000.

Adanya ajang ini, kami berharap bisa lebih mengakrabkan dunia esports kepada masyarakat Indonesia khususnya Kota Makassar dan bisa memberikan dampak positif bahwa bermain game tidak selamanya buruk.

“Game juga dapat menghasilkan sesuatu seperti menghasilkan uang melalui YouTube, mengikuti turnamen game regional maupun internasional dan masih banyak lagi,” imbuh Andi Arinal Khair, salah satu panitia penyelanggara.

Pria yang akrab disapa Renal ini juga berharap turnamen ini bisa menghasilkan atlet-atlet esports yang nantinya dapat mewakili Indonesia di ajang internasional serta mendapat dukungan penuh dari Pemerintah.

“Selain menggelar turnamen, juga akan ada nonton dan gathering bersama pro player esports dan Caster Garena,” tambahnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *