AI Warrior Camp Makassar Tekankan Kolaborasi dan Etika Digital

Koma.co.id, Makassar–Puluhan mahasiswa UIN Alauddin Makassar mengikuti AI Warrior Camp, Kamis, 30 Oktober 2025, sebuah pelatihan nasional yang digagas Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (MAFINDO) bekerja sama dengan Google News Initiative. Program ini menjadi bagian dari upaya memperkuat etika dan tanggung jawab digital di kalangan mahasiswa.

Read More

Kordinator Wilayah Mafindo Makassar, Andi Fauziah Astrid, mengatakan Makassar termasuk salah satu kota yang beruntung menjadi tuan rumah kegiatan ini. “Ada lima kota yang terpilih salah satnya Makassar dari 40 lebih wilayah Mafindo,” ujarnya. Sebelumnya, Mafindo juga telah melaksanakan program AI Goes to School untuk guru serta AI Ready untuk siswa bersama The Asia Foundation.

Fauziah, yang juga dosen UIN Alauddin Makassar, menjelaskan bahwa pelatihan ini membantu mahasiswa memahami manfaat dan risiko teknologi AI yang kini marak digunakan dalam pembelajaran. “Kementerian Pendidikan Tinggi sudah merekomendasikan lebih dari empat puluh aplikasi AI. Namun, penguasaan teknologi harus sejalan dengan moralitas digital,” tambahnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Alauddin Makassar, Prof. Dr. H. Abd. Rasyid Masri, S.Ag, M.Pd, M.Si, MM, menilai AI sebagai fenomena luar biasa yang memerlukan kewaspadaan akademik. “AI memberi kemudahan sekaligus kehati-hatian. Bahkan dalam beberapa hal, melampaui daya pikir manusia,” ujarnya. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor. “Era sekarang adalah era kolaborasi. Tidak ada yang bisa sukses sendirian,” katanya.

Dalam sambutan virtualnya, Ketua Umum Mafindo Septiaji Eko Nugroho menegaskan bahwa program AI Warrior Camp merupakan hasil kerja sama Google News Initiative. “Kecerdasan AI harus dibarengi etika dan tanggung jawab. AI bukan sekadar alat bantu, tetapi bagian dari proses belajar yang bermoral,” ujarnya.(rls)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *