Koma.co.id, Makassar– Basarnas menggelar Pelaksanaan Operasi Pencarian dan Pertolongan pada Tanggap Darurat Bencana dan Kondisi Berbahaya Manusia di tingkat nasional dan internasional 2024 di Hotel Claro Makasar.
Selama tiga hari, yakni 23 hingga 25 April 2024, pelatihan ini dilakukan untuk memperkuat pelaksanaan operasi melalui sesi pembelajaran baik hadir secara langsung, maupun melalui daring.
Walikota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto dalam sambutannya mengatakan Basarnas institusi negara yang paling tidak ada tidurnya, karena Indonesia punya ragam bencana. Mulai dari vulcano, tsunami, hingga kekeringan terjadi.
“Alhamdulillah akhirnya bisa atasi. Basarnas adalah lembaga yang kami respek betul, karena bencana datang kapan saja, dan Basarnas selalu ada untuk menolong dan membantu,” ujarnya.
Sementara itu, Deputi bidang Politik Hukum dan Keamanan, Purnama Sucipto mengatakan presiden meminta itu artinya memberi arahan agar dikuatkan dua hal satu teknologi kemampuan teknologi, dan kemampuan sumber daya manusia untuk memastikan atau memonitor arahan-arahan itu bisa dibutuhkan.
“Kami menilai bahwa semakin lama keberadaan badan Nasional pencarian dan pertolongan penting. Sudah berada alamnya itu di daerah yang punya potensi untuk perencanaan kemudian semakin menunjukkan prestasi yang sangat baik yang mungkin semua orang Indonesia,” ujarnya.
Di antara prestasi Basarnas, mungkin ada di antara masyarakat yang tidak paham dengan kerja Basarnas sehingga mereka melakukan penolakan.
“Menurut penilaian saya Basarnas secara real melakukan tugas yang dilakukan UU 1945 yakni melindungi dan membantu masyarakat. Pekerjaan mereka nyata,” tambah Purnama.
Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan, Marsdya TNI Kusworo mengatakan penguatan di IT dan SDM tanpa melihat dari agenda yang sudah ada itu adalah memang diperlukan untuk bisa menciptakan satu kondisi sarana pelaksanaan
“Kami sangat optimis dengan komitmen yang ada,” ujarnya.
Pelaksanaan operasi pencarian dan perwatakan yang diselenggarakan oleh Basarnas mengacu pada dokumen hukum dan atau standar internasional membangun terciptanya sistem yang efektif di seluruh dunia serta persamaan persepsi atas suatu metode dan prosedur layanan di standar internasional.
Satu respon dari terima informasi di 115 sampai dengan merespon sampai dengan aksi merespon di angka 25 menit. untuk yang dalam negeri terima respon 115 selama ini angka 25 menit itu atau di bawahnya, Basarnas sudah siap semuanya.
“Hanya memang pada saat aksinya sendiri tergantung daripada jaraknya itu yang di dalam negeri. Di luar negeri, kita punya standar enam jam,” ujarnya.(Mrw)




