Koma.co.id, Makassar– Universitas Ciputra (UC) Makassar menggelar kuliah umum pada Jumat, 1 November 2024.
Menghadirkan Coca-Cola Indonesia sebagai pembicara seperti President Director CCEP Indonesia Xavi Selga, dan CEO MSS Group Lala Setiany Wee, juga hadir Dosen Universitas Ciputra Surabaya Dr. David Sukardi Kodrat sebagai moderator.
Dr. David mengatakan, diadakannya kegiatan ini dengan tema global retailing, mengajak para mahasiswa baik S1 dan S2 untuk sama-sama belajar. Melihat saat ini eranya bisni retail, sehingga mahasiswa diajak untuk belajar tidak hanya di lokal atau nasional saja. Namun UC mengedukasi mahasiswa bahkan sampai skala global.
“Kedua, kebetulan UC punya alumni yang bekerja di bisnis internasional yakni di Coca cola dan diajak untuk membagi pengalaman terkait bisnis retail, dan juga Coca-Cola punya reputasi di bidang retail global salah satu terbesar di dunia,” katanya.
David menambahkan, tantangan bisnis retail saat ini mengadopsi sistem hibrid atau bisnis yang memiliki sistem toko daring dan toko fisik. Apalagi saat ini banyak bisnis retail mulai ada yang tutup tapi tetap menjadi fokus meskipun ada yang jualan daring.
“Tapi eksistensi bisnis retail tetap ada karena konsumen disamping belanja dengan cara daring, mereka tetap butuh untuk melihat fisikal barang seperti apa. Dari fenomena inilah muncul sistem hibrid,” jelasnya.
Sementara itu, Lala Setiany mengatakan, bahwa Indonesia menjadi negara yang memiliki tantangan terberat di bidang bisnis retail, karena Indonesia memiliki banyak pulau dan tersebarnya banyak pulau ini hanya memiliki beberapa produk FMCG (fast moving consumer goods) yang mudah ditemukan.
“Kalau di Jawa atau Kota Makassar mudah ditemukan, tantangannya besar sekali karena pabrik kita misal dari Surabaya, Jakarta bagaimana untuk mendistribusikan produk sampai ke pulau-pulau terjauh di Indonesia,” ujarnya.
Hal tersebut menjadi tantangan, mengingat ada biaya logistik, dan waktu yang dibutuhkan agar produk yang sampai ke banyak daerah tetap segar.
“Sedangkan di seluruh Indonesia produk kami (Coca-Cola) sangat mudah ditemukan. Di kegiatan kuliah umum ini saya coba berikan pengalaman saya kepada para peserta yang hadir,” tambahnya.
Selain kuliah umum, Coca-Cola melalui Universitas Ciputra akan mengajak masyarakat mengikuti Run Hero untuk peduli terhadap kesehatan yang akan dilakukan pada Minggu mendatang.
Kegiatan pada Minggu ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat yang memiliki kecenderungan perspektif bahwa minum Coca-Cola tidak sehat.
“Melalui Run Hero, UC ingin membuktikan bahwa sebetulnya Coca-Cola memiliki unsur kesehatan sehingga saat diperhatikan ketika orang minum Coca-Cola punya kebijakan bahwa anak-anak usia di bawah 13 tahun sebetulnya tidak boleh minum Coca-Cola,” tutup Dr. David.(Mrw)




