Koma.co.id, Makassar– Di era globalisasi ini, tren fashion tidak hanya berkembang di kalangan mahasiswa di perguruan tinggi umum, tetapi juga di kalangan mahasiswa UIN yang memiliki keunikan dalam memadukan tren fashion dengan nilai-nilai Islami. Mahasiswa UIN mengekspresikan diri mereka melalui busana yang elegan dan sekaligus menghormati norma-norma keagamaan yang mereka anut.
Tren fashion di kalangan mahasiswa UIN saat ini mencakup beberapa aspek. Salah satunya adalah, Busana Muslim menjadi tren di kalangan mahasiswa UIN, kombinasi antara tren fashion dan syariat Islam.
Mahasiswa UIN memiliki keberagaman dalam memilih busana, namun tetap berpegang pada prinsip-prinsip Islami. Mereka menggunakan warna-warna netral, seperti putih, hitam, dan abu-abu, serta memilih bahan-bahan yang tidak transparan dan longgar. Selain itu, mereka juga menggunakan model jilbab yang masih terbilang sopan namun dengan gaya yang modis.
Media sosial memiliki peran yang sangat besar dalam mempengaruhi tren fashion di kalangan mahasiswa UIN. Dengan adanya platform seperti Instagram, Twitter, dan juga Tiktok Mahasiswa dapat dengan mudah mendapatkan inspirasi dari selebriti, influencer fashion, dan teman-teman mereka.
Penggunaan media sosial juga membuat mahasiswa menjadi lebih terhubung dan terinformasi tentang tren terkini. Mereka dapat melihat foto-foto outfit dan tutorial fashion. Hal ini memungkinkan mereka untuk mengikuti tren terbaru dan mengembangkan gaya pribadi mereka.
Salah satu contoh mahasiswa yang berhasil memadukan pakaian modern dengan keislaman adalah Jihan, mahasiswa semester lima Jurusan Jurnalistik. Ia sering terlihat mengenakan gamis kekinian yang sopan. Jihan juga gemar mengenakan hijab dengan berbagai kreasi gaya yang membuatnya tetap tampil moddir
“Rapi adalah kesesuaian pakaian yang di gunakan, kontras baju dengan jilbab apa yang kita pakai hari itu. Syar’i tidak menjadikan pemakaian terlihat kampungan. Tentunya ada cara tersendiri untuk menjadikan itu semua selaras dan modis,”
Banyak mahasiswa UIN lainnya yang telah mengadopsi gaya berbusana yang serupa. Mereka mengikuti tren fashion terkini dengan tetap memperhatikan aturan dan norma dalam berpakaian menurut agama Islam. Hal ini menunjukkan bahwa mahasiswa UIN memiliki kesadaran yang tinggi dalam menjaga identitas keislaman mereka tanpa harus mengorbankan gaya dan tren yang sedang berlangsung.
Dalam berbusana modis ini memberikan dampak positif bagi mahasiswa UIN. Mereka merasa lebih percaya diri dan bangga dengan identitas keislaman mereka. Selain itu, membuka peluang untuk berbagi inspirasi dan ide dalam memadukan pakaian modern dengan keislaman kepada mahasiswa dari perguruan tinggi lainnya.
Pakaian longgar dan sederhana seperti tunik, kemeja panjang, dan atasan bermotif etnik menjadi populer. Desain-desain ini memberikan kesan elegan dan menutup aurat dengan indah, sesuai dengan prinsip-prinsip pakaian Islam. Selain itu, Trend fashion keislaman masa kini menekankan penggunaan bahan-bahan berkualitas tinggi yang nyaman dan bernilai estetika. Misalnya, kain katun, linen, dan sutra sering digunakan untuk menciptakan pakaian yang bernapas dan mudah dipakai sehari-hari.
Gaya pakaian keislaman masa kini sering kali menampilkan aksen modern seperti potongan asimetris, lipatan, atau detail bordir yang menarik. Warna-warna netral seperti putih, krem, abu-abu, dan pastel mendominasi palet warna, menciptakan tampilan yang elegan dan serasi. Trend fashion keislaman masa kini sering kali menggabungkan unsur-unsur tradisional lokal dengan sentuhan global yang modern. Hal ini tercermin dalam desain-desain yang memadukan motif-motif etnik, batik, atau tenun dengan potongan-potongan busana yang up to date.
Sebagai seorang alumni UIN yang memperhatikan perkembangan fashion, Fira merasa tertarik melihat perubahan tren fashion saat ini dengan masa lalu. Dulu, ketika Fira masih mahasiswa, gaya berpakaian yang dominan di lingkungan kampus adalah busana muslim yang konservatif dan sederhana. Namun, kini Fira melihat adanya perubahan yang signifikan.
Fira terkesan dengan perkembangan tren fashion saat ini yang lebih inklusif dan beragam. Ia melihat banyak mahasiswa dan mahasiswi UIN yang tetap mempertahankan nilai-nilai keislaman dalam berpakaian, namun dengan sentuhan gaya yang lebih modern dan kreatif. Fira juga melihat adanya pengaruh fashion global dalam gaya berpakaian para pelajar, yang membuatnya merasa senang akan semakin terbukanya ruang ekspresi dalam berbusana.
Meski demikian, Fira juga merasa perlu untuk tetap memperhatikan aspek kesopanan dan nilai-nilai keagamaan dalam berbusana. Baginya, perubahan tren fashion hendaknya tidak menyimpang dari prinsip-prinsip yang diyakini. Sebagai alumni, Fira berharap agar para mahasiswa tetap mampu menjaga identitas keislaman mereka sambil tetap beradaptasi dengan perubahan tren fashion yang ada.
Penggabungan tren fashion dengan aturan berpakaian yang ada di kampus dengan berbagai cara. Beberapa mahasiswa mengikuti tren fashion terkini sambil tetap mematuhi aturan berpakaian yang ditetapkan oleh kampus. Mereka mungkin memilih pakaian yang sesuai dengan tren fashion, namun tetap memperhatikan ketentuan agama dan aturan berpakaian yang berlaku di kampus.
Penerapan aturan berpakaian di UIN dapat bervariasi tergantung pada kebijakan kampus dan nilai-nilai agama yang dianut. Misalnya, UIN mungkin memiliki kode etik berpakaian yang mengatur panjang rok, ketebalan kain, atau penutup kepala bagi mahasiswa perempuan.
Perubahan ini sebagai bukti perkembangan positif dalam menjaga nilai-nilai agama dan mengikuti perkembangan zaman. Dari tren ini akan terus berkembang dan menjadi inspirasi bagi generasi muda Islam lainnya.
Setelah mengamati mahasiswa dari 8 fakultas yang ada di UIN Alauddin ternyata ada perbedaan cara berpakaian yang berbeda-beda. Rata-rata Mahasiswi Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) lebih cenderung mengenakan pakaian yang agak panjang atau yang disebut dengan Tunik.
Mahasiswa UIN menggabungkan tren fashion dengan identitas Islami mereka. Meskipun ada batasan-batasan dalam berbusana, mahasiswa UIN mampu menunjukkan kreativitas mereka dalam memadukan tren fashion dengan prinsip-prinsip keagamaan yang mereka anut serta mengikuti aturan kampus. Hal ini membuktikan bahwa tren fashion dapat menjadi media ekspresi yang kuat untuk mengekspresikan diri dan tetap setia pada nilai-nilai yang diyakini.
Penulis : Ananda Pratiwi s





