Koma.co.id, Makassar– Pilpres 2024 tidak lama lagi akan diselenggarakan, para kandidat bakal calon presiden 2024 sudah menyiapkan visi dan misinya sebagai calon presiden. Setiap calon presiden memiliki keunggulanya masing-masing, latar belakang yang berdeda dimiliki oleh setiap capres maupun cawapres guna merebutkan kursi kepresidenan.
Komisi pemilihan umum (KPU) sudah menetapkan jadwal pilpres 2024 menurut melalui peraturan KPU NO 3 tahun 2022 tentang tahap dan penyelenggaraan pemilohan umum 2024 yakni bertepatan pada 14 februari 2024. Pilpres pada tahun ini begitu cukup panas dan sengit apalagi debat calon presiden tahap satu sudah dilaksakan pada tanggal 12 Desember 2023 yang lalu. Calon presiden dari setiap nomor urut saling melempar gagasan yang dibawa dan saling melempar pertanyaan ke setiap calon presiden yang membuat panggung menjadi semakin tegang.
Sebagai warga Negara Indonesia yang baik, pasti kita menginginkan sosok pemimpin yang bisa dekat dengan masyarakatnya dan mau mendengar apa setiap yang dikeluhkan oleh masyarakatnya. sebagai warga Negara dan penerus bangsa ini yang sudah bisa berpartisipasi dalam pemilihan khususnya anak muda harus mampu melihat sosok seperti apa yang bisa bertempur dan dekat dengan generasi Z ini.
“Sebagai kaula muda di mana kita melihat bahwasanya banyak pemimpin-pemimpin sebelumnya yang sudah menduduki posisi sebagai presiden dimana kemudian kita lihat bahwasanya mereka kurang adanya transparan dalam proses pengambilan keputusan dari berbagai bidang yang ada, dan kita sebagai generasi muda membutuhkan sosok pemimpin yang adaptif terhadap perubahan, memiliki kecerdasan emosional yang tinggi, mampu berkomunikasi dengan jujur dan transparan serta mampu mendukung partisipasi aktif generasi muda dalam keputusan yang memengaruhi masa depan mereka,” ujar Nur Fitri Chasana selaku Mahasiswa Ilmu Pemerintahan Unhas.
Zaman sekarang para anak muda sangat di tuntut untuk melek akan politik, tidak hanya berbaur dengan masyarakat yang menengah tinggi namun mau berbaur dan saling menumbuhkan relasi sesame warga Negara Indonesia.
Mahasiswi Jurusan PMH UINM, Novika Kurniawati, berkata “Ya seperti harus peduli dengan masyarakat bawah , menambah program kerja seperti membantu mahasiswa yang tidak mampu dengan beasiswa dan lebih memperhatikan masyarakat yang ada di pelosok serta lebih bertanggung jawab atas apa visi misi yang telah di sampaikan,” ungkapnya.
Tidak perlu banyak janji yang diucapkan cukup kerja nyata di lapangan dan mampu melayani masyarakatnya dengan baik mungkin itu persis dengan apa yang dikatakan mahasiswa Universitas Negeri Malang bernama Alvina Putri Rudyanto.
“Indonesia perlu pemimpin yang tegas tidak perlu yang berbicara dengan panjang lebar tapi nol pekerjaan,” ucapnya.
Penulis: Icang Mahenki





