Koma.co.id– Universitas Negeri Makassar yang 58, UNM menggelar Konferensi Internasional TESOL ke-16 yang mendiskusikan Pengajaran Bahasa Inggris, diadakan pada 4-6 Juli 2019 di Gedung Phinisi Universitas Negeri Makassar.
Konferensi yang dimotori oleh TESOL Asia ini bertemakan “TESOL dan Pendidikan Bahasa dalam Era Digital Disruptif”, mempertemukan para profesional Bahasa Inggris dari seluruh dunia untuk mendiskusikan kegiatan pembelajaran, pengajaran, dan penelitian dalam Bahasa Inggris secara berkelanjutan.
Ketua Panitia, Amirullah Abduh menyatakan bahwa konferensi tersebut sangat penting bagi pengembangan akademik UNM khususnya di era teknologi digital serta dalam menghadapi tantangan pengajaran Bahasa Inggris secara umum yang begitu pesat saat ini.
Selain itu, Chairman of Tesol Asia, Paul Robertson dalam sambutannya menyatakan bahwa kedatangannya yang kelima di Indonesia saat ini memberikan arti besar bagi perkembangan Tesol Asia mengingat banyaknya yang menanyakan sebuah pengajaran Bahasa Inggris harus tetap dilakukan meski harus dengan bentuk ‘guru-guru hologram’ apabila teknologi digital.
Sementara itu, Wakil Rekor Bidang Kerjasama UNM. Prof. Gufran yang mewakili rektor UNM, menyatakan bahwa environment Bahasa Inggris sudah menjadi kewajiban bagi Seluruh sivitas akademik di UNM dalam kegiatannya sebagai bagian dari universitas berkelas internasional. Oleh sebab itu ia menyambut gembira kegiatan ini karena dapat memberi kesempatan pada sivitas akademik untuk lebih mengembangakn pengajaran dan pendidikan akademik, khususnya dalam pengajaran Bahasa Inggris.
Para Pembicara lain dari Konferensi ini terdiri pakar Bahasa Inggris antara lain Prof. Robert Dickey dari Keiyong University Korea Selatan, Dr, Martin Andrew dari Otago Politechnic University, Paul Robertson dari TESOL Asia, Prof Mansyur Akil dari UNM, serta pembicara-pembicara lainnya.
Konferensi yang dijadwalkan dalam tiga hari ini (4-6 Juli 2019) direncanakan akan ditutup dengan kegiatan City Tour khususnya bagi peserta koferensi yang berasal dari Luar kota Makassar dan dari negara lain. Tercatat beberapa peserta dari Malaysia, Pakistan, dan Thailand.(rls)





