Koma.co.id, Makassar– Musyawarah Daerah (Musda) ke-IV Partai Demokrat Sulawesi Selatan memilih dua nama Calon yang akan menahkodai Partai Demokrat Sulawesi Selatan di 2022 mendatang.
Dua nama calon Ketua DPD Sulsel Partai Demokrat, yakni Ilham Arief Sirajuddin (IAS) Ni’matullah.
Ketua OKK DPP Partai Demokrat, Herman Khaeron mengatakan ini masih akan harus melakukan fit and proper test mengikuti ADRT Partai Demokrat tahun 2020, yang mana kedua nama tersebut akan dikirim ke pimpinan pusat untuk kemudian salah satunya dipilih oleh tim 3.
Tim 3 tersebut di antaranya ketua umum, sekjen, dan kepala BPOKK. mekanisme ini tentu memberikan ruang untuk pemaparkan visi, misi, dan program dalam fit and proper test uji kelayakan, dan uji kepatutan.
“Tentu ini layak uji untuk bisa melihat apakah kandidat kita ini cukup mampu untuk bisa memimpin pertempuran nanti di tahun 2024, jadi kita tidak bisa langsung memilih berdasarkan suara, inilah yang nanti dihadapkan kepada hasil jumlah suara,” kata Herman pada pembukaan Musda ke-IV Partai Demokrat pada Rabu, 22 Desember 2021.
Adapun pertimbangan DPP oleh ketua umum untuk memilih ketua DPD adalah yang memiliki konsepsi, perencanaan baik dan matang, rasional bahwa 2024 masih menang dengan cara dan langkah-langkah yang dipersiapkan. Semua berdasarkan presentasi, tergantung kapasitas. Nanti kalau kapasitasnya bagus, didukung dengan banyak suara lebih ideal.
“Januari nanti baru mengumumkan nama, kami akan memberikan waktu dulu menyusun, mempersiapkan bahan, berkoordinasi dengan seluruh DPC, dan lain sebagainya. Ini butuh waktu. Awal Januari kita baru akan melaksanakan fit and proper test,”
Herman menjelaskan, selain minimal 20% dukungan suara, tentu ada pertimbangan lain untuk memastikan bahwa kapasitas ketua DPD itu mumpuni, cakap, patut, dan memiliki konsepsi untuk menang di tahun 2024.
“Ini mekanisme saja, pada akhirnya untuk mendapatkan 20% butuh effort juga para calon DPD, dukungan 20% pada akhirnya akan dilihat berdasarkan kapasitas dan kemampuan para bakal calon, dan tentu DPP akan memilih secara objektif, menguji dengan intelektualnya, dan mengukur dengan ketentuan yang sudah diatur untuk menang di 2024,” jelasnya.
Sementara itu, Ilham Arief Sirajuddin yang juga merupakan salah seorang bakal calon menyatakan sudah memiliki kesiapan baik strategi berupa bentuk konsepsional sampai penjabarannya nanti. Bahkan, ia mengaku sudah mengantongi 14 dukungan langsung dari DPC.
“Terus terang boleh dikata saya tidak bersama dengan teman-teman selama lima tahun, ketika saya dipaksa maju untuk menjadi calon. Mereka memberikan dukungan langsung 14 DPC. Artinya melihat seperti itu ada gap antara DPC dengan DPD. Inilah yang tadi saya sampaikan,” terang IAS.
Adapun mengenai kesiapan untuk memaparkan visi dan misi, IAS mengaku tujuannya tentu untuk memenangkan Pemilu Sulsel.
“Karena saya pernah memenangkan partai demokrat menjadi pemenang kedua. Saat itu porsinya DPR Golkar dengan lumbung basis suaranya di Sulawesi Selatan tinggal 13. Makanya saya bilang, kalau kondisi realita politik di 2019 dengan hasil seperti ini dengan potensi yang ada oleh Demokrat kalau saya diberi amanah, saya masih yakin dan optimis partai ini bisa menjadi pilihan terbaik bagi masyarakat Sulawesi Selatan. Kedua, saya bekerja maksimal, karena ini bagian dari proses antara. artinya ketika saya mencapai pemenangan maksimal, maka ini meluruskan saya untuk tampil di Pilkada di tahun 2024,” tuturnya.
Sementara itu, Ni’matullah selaku Petahana Ketua DPD Partai Demokrat Sulawesi Selatan berterima kasih dan kontribusi yang telah membantu pada Musda ini.
“Saya kira ada banyak orang yang mungkin berasumsi bahwa musda ini akan ada pertarungan yang keras, brutal, dan sebagainya. Tapi Alhamdulillah. Kami dari Partai Demokrat membuktikan bahwa persoalan serumit apapun kita bisa selesaikan secara kekeluargaan. Apa yang dihasilkan oleh musda ini mudah-mudahan disambut baik dan kita menyerahkan sepenuhnya kepada ketua umum DPP bersama sekjen, dan OKK untuk mengambil keputusan yang paling baik dan tepat untuk kebaikan Demokrat di Sulawesi Selatan,” pungkas Ni’matullah.(Mrw)




