Oleh, Joel Adie Opu
SEPUTARAN nya; itu-itu saja !
Coba ingat dan baca buku sejarah negeri ini, sudah 75 tahun negera ini berdiri. Coba lah untuk tahu, dengan cara bagaimana negeri ini merdeka ?. Baca baik baik dan renungkan ?.
Coba fikir bagaimana negara kita, Indonesia memiliki presiden pertama Soekarno !. Bagaimana kebanggaan rakyat Indonesia memiliki presiden Soekarno ?. Bagaimana kabinet Soekarno, jatuh bangun ?.
Bagaimana banyaknya Ideologi yang mengadakan pemberontakan di Indonesia ?.
Bagaimana Cara Soekarno membangun negeri ini ?. Cobalah cari tahu dan mengetahuinya ?.
Bagaimana rongrongan demi rongrongan menghujat presiden Soekarno, hingga akhirnya dia di gulingkan dan menjadi tahanan rumah dan sakit sakitan. Dan akhirnya; meninggal dunia ?.
Dan, Indonesia hanya menangis mengenang jasa jasa dan kehebatannya.
Kemudian datang Soeharto. Jendral gagah yang katanya ahli siasat dan strategi militer.
Yang ketika jadi panglima di Jawa Tengah sempat berbisnis dan jadi penyelundup bersama Liem Sio Liong, untuk mendukung logistik militer. Alasannya begitu !.
Coba bayangkan itu semua ?.
Coba bayangkan bagaimana kondisi perpolitikan negara di zaman Soeharto ?. Kondisi pengkebirian kepartaian, kebebasan pers di berangus, kebebasan mimbar kampus di kunci; semua kebebasan terpenjara !.
Coba ingat itu semua ?.
Selanjutnya coba ingat dan kenang baik baik, bagaimana kondisi umat Islam pada waktu itu ?.
Bagaimana kroni dagang dan bisnis Soeharto ?.
Meskipun begitu, Soehartolah yang satu satunya Jendral yang berani membubarkan PKI di negeri ini. Kenapa Soeharto bisa bertindak begitu hero ?. Soeharto pun di sanjung dan dibenci saat itu.
Akhirnya, Soeharto pun jatuh oleh protes mahasiswa lewat demonstrasi besar-besaran yang dikenal dengan REFORMASI !. Dengan satu alasan; menuntut semua kebebasan. Bahwa Indonesia bukan negara sepatu laras, bukan negara junta. Era sivil cosiaty; menjadi impian banyak para aktivis.
Banyak yang bilang; sangat besar jasa pak Harto tapi banyak pula kesalahannya !.
Kemudian presiden antar waktu BJ Habibie naik.
Dengan waktu yang sangat singkat, semua belenggu dan ketertindasan di buka krannya. Kebebasan dibuka seluas-luasnya, seperti gaya Eropah. Ingat itu semua kan ?.
Dan apa yang terjadi ?.
Habibie membidani terselenggaranya PEMILU LANGSUNG dan TERBUKA. Melahirkan Indonesia melakukan pesta seperti pasar malam. Indonesia jadi negara hiruk pikuk, bising dan gaduh.
Orang bebas mengkritik dan bebas mengumpat siapa saja.
Dan, coba kenang kembali, semua memori yang ada di benak kita ?. Kenapa sampai bisa Gus Dur, naik menjadi presiden ?. Dan, Megawati jadi wakilnya ?. Padahal, partainya sebagai partai pemenang pemilu ?.
Apa apa keputusan Gus Dur kala itu sehingga membuat DPR RI kebakaran jenggot dan menjatuhkan Gus Dur sebagai presiden ?. Kenapa Gus harus di gulingkan oleh para politisi lewat sidang istimewa ?. Ada apa ?.
Akhirnya, gerakan politik kepartaian; menjatuhkan pemerintahan Gus Dur, pergantian antar waktu; untuk menaikkan Megawati sebagai presiden.
Sama saja, kegaduhan dan keributan politik terus mengguncang Megawati.
Kenapa bisa ?.
Keributan buruh, mahasiswa dan partai politik pun bersuara bebas tanpa terkendali. Akibatnya; Indonesia benar benar ribut dan penuh dengan kebisingan. Katanya, Indonesia masih butuh di pimpin oleh sosok militer, sosok Jendral. Rakyat masih merindukan negara di pimpin oleh mantan militer untuk mencegah terjadinya perpecahan dalam bernegara. Begitu kah !
Akhirnya Jendral (purn) SBY naik sebagai presiden; diatas isu “sivil cosiaty”. Selama 10 tahun SBY memerintah, banyak yang berhasil dengan penjelasan. Banyak juga cerita yang menghujat SBY.
SBY memerintah selalu dalam raut wajah dan sikap keraguan.
Tapi kenapa SBY membiarkan banyak kader Demokrat kebui ?. Apakah SBY menghindari kerasnya kritik publik yang bebas ?.
Atau karna kebebasan yang bablas SBY jadi peragu ?.
Sejarah masih menyimpan semua catatan sejarah itu, sebagai rekam jejaknya.
Kenapa bisa ?
Sekarang; bagaimana dengan presiden saat ini ?. Presiden yang bukan “berlatar kan” siapa siapa ?.
Jokowi, bukan berdarah turunan garis biru dalam politik kenegaraan. Dia juga bukan pula Jendral. Bukan pula ulama.
Jokowi bukanlah siapa-siapa. Mungkin karna alasan inilah. Siapa saja berani, bisa menghujat dan ikut menggoyang pemerintahannya ?.
Jokowi hanya tukang “Tukang meubel” ini tdk perduli pada siapapun. Bila perlu siapapun akan di gergajinya……..
Hiruk pikuk, dan riuhnya politik di negeri ini benar benar sudah membawa dan melahirkan limbah politik. Indonesia menjadi bising, udaranya kotor, iklimnya jorok bahkan angin dan udaranya membawa, angin busuk yang melahirkan generasi yang sakit dan rusak.
Cobalah ingat kembali lembaran sejarah para pimpinan negeri ini?.
Apa sebenarnya sumber masalah yang menimpa negeri ini ?.
Kenapa rakyat negeri ini begitu mudah jadi pemarah dan begitu cemas, ganas dan rakyat yang mudah membenci pemimpin negaranya ?.
Pil dan obat kuat apa yang dikonsumsi sehingga merusak sel otak rakyat ?
Entahlah ?.
Mungkin anda yang paling tahu dan paling faham pada negeri ini.





