Sukses Mengajar di Amerika, Dosen UIN Alauddin Bawa Isu ‘Interfaith Dialogue’ ke Panggung Akademik Global

Koma.co.id, Amerika Serikat–Reputasi global UIN Alauddin Makassar kembali dibuktikan di kancah internasional. Di tengah agenda program Visiting Scholar di Amerika Serikat, Kaprodi S2 PBI Pascasarjana UIN Alauddin Makassar, Sukirman, S.Pd., M.Pd., Ph.D., sukses memukau akademisi lintas negara lewat kuliah umumnya di Hartford International University for Religion and Peace pada Rabu (22/10/2026), dengan membawakan topik strategis mengenai integrasi moderasi beragama dalam pembelajaran bahasa Inggris.

Read More

Dalam sesi kuliah umum tersebut, Sukirman membawakan topik bertajuk “Bridging Interfaith Dialogue into English Language Teaching” yang mengupas bagaimana isu dialog antaragama dan moderasi beragama disatukan ke dalam kurikulum pembelajaran bahasa Inggris.

Mengajar di hadapan akademisi Amerika Serikat memberikan pengalaman tersendiri bagi Sukirman. Ia mengakui bahwa atmosfer akademik di sana sangat kritikal dan penuh cabaran.

“Masuk ke ruang kuliah di Amerika Serikat dengan membawa isu interfaith dialogue itu seperti berjalan di atas tali tipis. Audiens di sini sangat skeptis, kritis, dan tidak segan membongkar argumen kita di menit-menit awal presentasi,” ujar Sukirman menceritakan pengalamannya.

Walau bagaimanapun, cabaran tersebut berjaya ditangani dengan baik. Ia menekankan bahawa bahan pembelajaran bahasa Inggris—seperti bahan bacaan (reading materials)—boleh dirancang secara kreatif untuk menyelitkan mesej toleransi dan literasi lintas iman tanpa mengabaikan aspek kebahasaan.
“Tantangan terbesarnya adalah membuktikan bahwa Bahasa Inggris bukan sekadar alat komunikasi, melainkan medium diplomasi budaya untuk meruntuhkan stereotip agama yang selama ini mereka pahami,” tegasnya.

Sesi pembentangan yang dihadiri oleh para pelajar, pensyarah, dan penyelidik dari pelbagai negara—seperti Pakistan, Tanzania, India, hingga wakil benua Afrika—berlangsung interaktif dengan pelbagai perbincangan serta maklum balas positif dari peserta.

Kehadiran Sukirman di Amerika Serikat merupakan sebahagian daripada program Visiting Scholar selama 21 hari. Program anjuran Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Kementerian Agama RI ini bertujuan memperkuatkan kolaborasi penyelidikan antarabangsa, program pertukaran akademik, serta mempromosikan nilai-nilai moderasi beragama dari Indonesia ke peringkat global.(rls)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *