Gemerlap Ramadan yang Indah, Namun Berbeda dari Tahun-Tahun Sebelumnya

Ramadan, mendengar kata tersebut membuat hati setiap insan khususnya kaum muslimin tersentuh dan terenyuh terbawa suasana gembira. Hasrat jiwa yang menggema di dalam hati untuk menyambut bulan suci yang penuh suka cita ini mengingatkan kita pada ketakwaan kepada Allah SWT. Sembari berkata dalam hati sesorang bahwasanya tak terasa bulan yang dinantikan setiap tahun telah datang kembali, tak henti-henti nya kita sebagai mahluk yang tak luput dari tumpukan dosa-dosa memanjatkan puji syukur atas keberkahan dan nikmat kesehatan yang diberikan Allah SWT kepada kita untuk menumui bulan ini, Rasanya baru kemarin ramadan 1440 Hijriah kini beralih 1441 Hijriah. 

         Ramadan bulan yang penuh pengampunan tak selayaknya kita menyanyiakan kesempatan untuk berbuat kebajikan, sebagaimana Allah SWT akan melipatgandakan pahala, setan dibelenggu, pintu neraka ditutup dan pintu-pintu surga telah dibuka. Kita dituntut untuk melaksanakan ibadah puasa selama satu bulan lamanya. Allah SWT mengirimkan perintah puasa dalam bulan ramadan tak hanya untuk membersihkan kita dari jiwa-jiwa yang pekat akan dosa dan maksiat, maupun segala kekhilafan untuk diberi pengampunan tetapi, Allah SWT  maha tahu bahwa setiap manusia yang bernyawa setidaknya menjalankan ibadah puasa setahun sekali untuk merasakan nikmatnya menahan dahaga dan lapar, dengan begitu kita merasakan apa yang dirasakan saudara-saudari muslimin kita yang terbiasa menahan lapar karena tak memiliki harta yang bercukupan. Kita percaya bahwa nasib malang yang menimpa seseorang merupakan ketentuan-Nya dan takdir dari kuasa-Nya. Terlepas dari apapun itu semuanya telah diatur oleh-Nya. Tanda kebesaran-Nya pun dapat kita rasakan di relung hati yang paling dalam diamana pun kita berada.

Read More

        Allah SWT juga memberi kita kesempatan untuk memupuk pahala, di antaranya kegiatan tadarrus, tarawih, membayar zakat dan juga idul fitri dimana kita menjadi fitrah kembali. Banyak insan yang mengharapkan akan dipertemukan kembali dengan Ramadan berikutnya, maka dari itu kita senantiasa untuk selalu memanjatkan doa kepada sang khalik untuk dipertemukan kembali. Tak rela rasanya membiarkan bulan suci ini pergi begitu saja tanpa kenangan indah di mata sang pencipta alam semesta. Tak malu kah kita jika ramadan kali ini tak dapat mengantarkan kita pada perubahan yang lebih baik dari tahun sebelumya? Sedangkan kita hanya hidup di dunia yang fana ini hanya sementara pula. Akhirat merupakan tujuan akhir kita untuk menuju keabadian yang sesungguhnya. Hal ini patut menjadi renungan bagi kita semua.

         Namun, seperti yang kita ketahui ada yang berbeda dengan Ramadan kali ini, hati bagaikan tersayat saat mendengar himbauan bahwa tempat ibadah, maupun masjid-masjid untuk sementara tidak diperkenankan melaksanakan sholat berjamaah sebab dikhawatirkan virus akan tertular. Mengenai hal tersebut muncullah berbagai spekulasi dan pendapat masyarakat, pro dan kontra tentunya menjadi salah satu tanda bahwa presepsi semua orang berbeda-beda. Akan tetapi hal ini tak akan memecah belah umat muslim diamanapun berada karena  kita harusnya berkeyakinan bahwa Allah SWT hanya menguji kesabaran kita melalu virus pandemi ini. Sabar, berdoa dan bertawakkal adalah tugas kita sebagai mahluk ciptaan-Nya. Meskipun kita sedang dilanda wabah ini, banyak hikmah yang dapat kita petik dan diambil sebagai pelajaran berharga yang akan mengingatkan kita jika diberi umur panjang tentang musibah ini. Salah satu hikmahnya ialah kita diajarkan untuk selalu hidup bersih, mencuci tangan setiap saat, menggunakan masker ketika berpergian, dan masih banyak hikmah lainnya. Akibat musibah ini pula mengantarkan kita semakin dekat kepada Allah SWT dengan meminta pertolongan dan perlindungan-Nya. Meski di beberapa daerah tidak melaksanakan tarwih di masjid, namun mereka tetap melaksankanya di rumah dan untuk pertama kalinya semua orang sholat dengan keluarga mereka masing-masing yang ada di rumah. Meski terasa asing namun berkah nya masih kita rasakan.

        Di setiap sujud ramadan kali ini, kita meminta kepada Allah SWT agar diberi kesempatan untuk sehat secara jiwa dan raga, berharap wabah ini segera berlalu dan kabar baik akan menghampiri, kepada jiwa yang telah Engkau panggil semoga ditempatkan di sisi-Mu Ya Allah…rabbana atina fiddunya hasanah wafiil akhirati hasanah wakina adzabannar Aamiin Summa AAmiin..Inilah saatnya kita berbeondong-bondong untuk menuju ridho-Nya.

Oleh Alifia Rizky Wardani (Mahasiswa Jurusan Kesehatan Masyarakat UIN Alauddin Makassar)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *